Akulaku Finance Catat Laba Bersih Rp108 Miliar di 2025, Profitabilitas Melonjak 66 Persen

Oleh : Nina Karlita | Sabtu, 07 Maret 2026 - 16:33 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -  Jakarta – PT Akulaku Finance Indonesia mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025 dengan pertumbuhan pembiayaan dan profitabilitas yang signifikan.

Akulaku membukukan penyaluran pembiayaan baru senilai Rp7,44 triliun (unaudited), meningkat 23 persen secara tahunan dibandingkan tahun 2024.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh ekspansi produk Buy Now Pay Later (BNPL) yang menjadi kontributor utama portofolio perusahaan dengan porsi sekitar 89 persen dari total pembiayaan.

Seiring dengan peningkatan penyaluran pembiayaan, Akulaku Finance Indonesia juga mencatat lonjakan laba bersih yang signifikan.

Sepanjang 2025, perusahaan berhasil membukukan laba bersih setelah pajak (Net Profit After Tax/NPAT) sebesar Rp108 miliar, atau meningkat 66 persen secara year-on-year (YoY) dibandingkan tahun sebelumnya.

Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor, mengatakan capaian tersebut menunjukkan penguatan fundamental bisnis perusahaan sekaligus menjadi fondasi untuk ekspansi di masa mendatang.

“Kinerja 2025 menunjukkan bahwa kami mampu bertumbuh kuat dengan profitabilitas yang semakin sehat dan kualitas aset yang tetap terjaga. Memasuki 2026, kami akan melangkah lebih progresif dengan strategi ekspansi yang adaptif,” ujarnya.

Menurut Perry, peningkatan profitabilitas perusahaan didorong oleh beberapa faktor utama, di antaranya pertumbuhan pendapatan dari ekspansi pembiayaan, diversifikasi sumber pendanaan, optimalisasi biaya dana melalui kolaborasi strategis, serta efisiensi operasional yang semakin solid.

Di tengah ekspansi bisnis tersebut, perusahaan juga berhasil menjaga kualitas aset tetap sehat. Hingga akhir 2025, rasio Non-Performing Financing (NPF) net Akulaku Finance Indonesia tercatat berada di level 1,1 persen.

Capaian tersebut didukung oleh penguatan sistem underwriting, pemantauan portofolio yang lebih ketat, serta peningkatan kapasitas sistem penagihan (collection).

Selain itu, perusahaan juga menjaga stabilitas struktur permodalan dan likuiditas melalui diversifikasi sumber pendanaan. Saat ini, Akulaku Finance Indonesia didukung oleh 16 mitra perbankan yang berperan dalam memperkuat pendanaan perusahaan.

Memasuki tahun 2026, Akulaku Finance Indonesia menargetkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp8,2 triliun, atau tumbuh sekitar 12 persen dibandingkan realisasi tahun 2025.

Target tersebut mencerminkan strategi pertumbuhan yang lebih terukur dengan fokus pada keberlanjutan profitabilitas. Perusahaan juga menargetkan rasio NPF net maksimal berada di level 1,2 persen sepanjang 2026 sebagai bagian dari komitmen terhadap manajemen risiko yang disiplin.

Untuk mendorong pertumbuhan, perusahaan akan memperluas pembiayaan offline dengan memperbanyak jaringan merchant di berbagai wilayah potensial di luar Pulau Jawa, khususnya di kota-kota tier 2 dan tier 3.

Selain itu, Akulaku Finance Indonesia juga akan memperdalam integrasi ekosistem digital melalui penguatan berbagai kemitraan strategis.

Kolaborasi dengan institusi perbankan akan terus dioptimalkan guna menekan biaya dana sekaligus memperkokoh struktur permodalan perusahaan.

Perusahaan juga berkomitmen memperluas dukungan kepada pelaku usaha mikro melalui solusi pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, sehingga dapat membantu kelancaran operasional dan menjaga arus kas usaha tetap sehat.

Dari sisi teknologi, Akulaku Finance Indonesia akan semakin memperdalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan advanced analytics untuk meningkatkan akurasi credit scoring, memperkuat sistem deteksi fraud secara real time, serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi nasabah.