TikTok, Tokopedia, TikTok Shop Tabur Cuan UMKM

Oleh : Wiyanto | Kamis, 05 Maret 2026 - 03:56 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id-Jakarta – TikTok, Tokopedia dan TikTok Shop memperkuat sinergi guna memicu aktivitas ekonomi lokal terus melaju dengan memberikan pengalaman ekstra seru pada Ramadan tahun ini.

"Ramadan selalu menjadi momen istimewa di TikTok. Tahun lalu, lebih dari 21,9 juta video diunggah selama Ramadan, mencerminkan tingginya partisipasi komunitas TikTok di Indonesia. Selain menghadirkan inspirasi positif dan hiburan seru selama Ramadan, kekuatan penemuan dan dukungan komunitas di TikTok juga membantu pelaku usaha, termasuk UMKM, lebih mudah ditemukan calon pembeli di era discovery e-commerce. Semangat berbagi inilah yang ingin kami gaungkan melalui kampanye Ramadan Ekstra Seru bersama Tokopedia dan TikTok Shop," ujar Edwin Lengkei, Communications Lead, TikTok Indonesia di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

"Berkat Ramadan Ekstra Seru tahun ini, di minggu pertama Ramadan saja sudah ada hampir 13 juta video singkat di TikTok yang dibuat oleh kreator dan penjual; melampaui setengah dari total video sepanjang Ramadan tahun lalu. Kekuatan penemuan TikTok memengaruhi tren perdagangan di Tokopedia dan TikTok Shop. Pada awal Ramadan 2026, LIVE shopping ditonton lebih dari 3,4 juta kali, mendorong produk seperti gamis, mukena, kopi, ponsel dan kemeja menjadi yang terlaris," jelas Antonia Adega, Communications Senior Lead, Tokopedia & TikTok Shop Indonesia.

Ramadan: Inspirasi di TikTok Berubah Jadi Aksi di Tokopedia dan TikTok Shop Capaian ini sesuai dengan tren Ramadan setiap tahunnya di TikTok. Tahun lalu, penggunaan tagar #Ramadan dan #Ramadhan meningkat hingga 30% dibanding tahun sebelumnya. Yang lebih menarik, Yang lebih menarik, 68% pengguna menjadikan TikTok sebagai titik awal perjalanan Ramadan mereka—mulai dari mencari inspirasi hidangan berbuka puasa hingga mengambil keputusan belanja hari raya—bahkan sejak sebulan sebelum puasa.

Salah satu UMKM yang merasakan manfaat integrasi ini adalah Mukena Wisanggeni.Brand fesyen muslim ini berjualan sejak 2013 lalu melebarkan sayap melalui Tokopedia dan TikTok Shop. Mukena Wisanggeni terus membuat konten kreatif, beriklan, ikut kampanye, hingga berkolaborasi dengan affiliate untuk memacu pertumbuhan bisnis. "Sebagai pelaku UMKM, solusi terintegrasi dari TikTok, Tokopedia dan TikTok Shop memudahkan kami memasarkan produk secara kreatif serta menjangkau calon pembeli. Pada Ramadan ini, nilai transaksi kami tumbuh lebih dari dua kali lipat", terang Founder Mukena Wisanggeni, Nila Wulandari.

Peluang Pelaku Usaha Lokal Tumbuh Saat Ramadan

Tokopedia dan TikTok Shop mencatat ada sejumlah brand lokal lain dari kategori yang serupa dengan Mukena Wisanggeni, yaitu Fesyen Muslim, maupun Makanan dan Minuman, yang juga merasakan pertumbuhan transaksi signifikan rata-rata lebih dari lima kali lipat berkat Ramadan Ekstra Seru. Transaksi merek fashion muslim asal Bandung, Gwenza, bahkan naik tujuh kali lipat.

"Kami meluncurkan koleksi terbaru pada Ramadan Ekstra Seru 2026 lewat live streaming 13 jam secara konsisten, dengan konten menarik bersama artis dan affiliate," ujar Founder Gwenza, Deby Lianti. Kisah Gwenza yang turut dihadirkan melalui Perpustakaan Studi Kasus Tokopedia dan TikTok Shop menunjukkan bahwa merek lokal yang mampu mengakselerasi pertumbuhan di peak season seperti Ramadan umumnya menyinergikan strategi 'Tiga Pilar: Produk–Konten–Alat Pemasaran' secara tepat.

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →