Sinar Mas Land - Sumitomo Forestry Hadirkan Marketing Gallery Ecovia, Icon Hunian Hijau di Timur Jakarta

Oleh : Ridwan | Kamis, 19 Februari 2026 - 14:50 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Cibubur – Sinar Mas Land bersama pengembang asal Jepang, Sumitomo Forestry, resmi memulai babak baru pengembangan kawasan Ecovia di Kota Wisata Cibubur melalui groundbreaking Marketing Gallery Ecovia. 

Langkah ini menandai percepatan realisasi township berkelanjutan seluas 156,5 hektare yang digadang-gadang menjadi ikon hunian hijau terintegrasi di kawasan timur Jakarta.

Marketing Gallery Ecovia dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 24.800 meter persegi dengan dua lantai dan konsep mixed-use building yang terintegrasi dengan sport club serta area komersial. Bangunan ini dirancang mengusung konsep modern luxurious yang dipadukan dengan pendekatan biophilic design, merepresentasikan karakter Ecovia yang mengedepankan harmoni antara hunian modern dan alam.

Seremoni peletakan batu pertama dihadiri President Director PT Sumitomo Forestry Indonesia Masanobu Nishikawa, CEO Residential National Sinar Mas Land Prasetijo Tanumihardja, Vice President Director PT Kurnia Sinergi Mas Akihiro Kosoku, jajaran Board of Director PT Kurnia Sinergi Mas, serta Project Director PT Kurnia Sinergi Mas Herman.

Prasetijo Tanumihardja mengatakan, groundbreaking Marketing Gallery Ecovia menjadi milestone penting dalam perjalanan pengembangan kawasan tersebut.

“Groundbreaking Marketing Gallery Ecovia merupakan milestone penting dalam perjalanan pengembangan kawasan ini. Kehadirannya menjadi simbol dimulainya fase pembangunan yang lebih progresif sekaligus sarana bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat konsep ‘Embracing Nature, Better Future’ yang kami usung,” ujar Prasetijo.

Ia menambahkan, Marketing Gallery ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemasaran, tetapi juga sebagai experience center bagi masyarakat untuk memahami visi, desain, dan konsep besar kawasan sejak tahap awal pengembangannya.

Sementara itu, Masanobu Nishikawa menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan kawasan hunian yang mengintegrasikan desain berkualitas, inovasi, dan prinsip keberlanjutan.

“Marketing Gallery ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan kawasan yang mengintegrasikan desain berkualitas, inovasi, dan prinsip keberlanjutan. Kami berharap kehadirannya dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai konsep hunian yang menyatu dengan alam dan mendukung gaya hidup modern masyarakat urban,” kata Nishikawa.

Nama Ecovia sendiri berasal dari gabungan kata Eco (lingkungan) dan Via (jalan), yang melambangkan perjalanan menuju gaya hidup hijau dan berkelanjutan.

Dalam pengembangannya, Ecovia akan menghadirkan sekitar 4.500 unit hunian tapak serta sekitar 375 unit ruko dan kaveling komersial. Kawasan ini dilengkapi fasilitas komunitas, olahraga, institusi pendidikan, hingga berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Klaster Orlens menjadi proyek hunian perdana yang dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 1,1 miliar hingga Rp 3 miliar. Terdapat tiga tipe unit yang ditawarkan, yakni: Tipe 6 (LT 72 m²/LB 89 m²), Tipe 7 (LT 98 m²/LB 122 m²), dan Tipe 8 (LT 128 m²/LB 165 m²).

Ecovia dirancang dengan tiga kawasan utama yang saling terhubung. Kawasan pertama berfokus pada peningkatan well-being penghuni melalui fasilitas gaya hidup sehat seperti walkable street, city park, sport center, serta sistem keamanan 24 jam.

Kawasan kedua mengakomodasi gaya hidup urban dengan kehadiran mal, co-working space, kafe, community plaza, dan area komersial. Sementara kawasan hunian hijau dirancang sebagai lingkungan aman dan inspiratif dengan taman bermain, community gardens, lapangan olahraga, pocket park, hingga family club.

Marketing Gallery Ecovia juga dilengkapi fasilitas digital immersive yang memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman visual kawasan secara komprehensif. Gedung ini mampu menampung hingga 300 orang untuk berbagai kegiatan, mulai dari peluncuran produk hingga aktivitas komunitas.

Ecovia merupakan bagian dari pengembangan Kota Wisata Cibubur yang telah berdiri sejak 1996. Township ini telah tumbuh menjadi kawasan seluas 750 hektare dengan 49 klaster perumahan dan sekitar 11.800 unit rumah.

Kawasan ini juga didukung satu area Commercial Business District (CBD) serta pusat perbelanjaan Living World Kota Wisata yang terintegrasi dengan Hotel Artotel sebagai destinasi wisata dan MICE.

Fasilitas penunjang lainnya meliputi sejumlah sekolah seperti BPK Penabur, Sekolah Islam Fajar Hidayah, dan Sekolah Katolik BHK, sports club, pusat kuliner, layanan perbankan, Fresh Market, hingga fasilitas kesehatan di Eka Hospital.

Dari sisi aksesibilitas, Kota Wisata Cibubur terhubung melalui Tol Jagorawi, Tol JORR 1, Tol JORR 2 yang terkoneksi dengan Tol Cinere–Jagorawi dan Tol Jakarta–Cikampek. Selain itu, kawasan ini juga dilayani LRT Jabodebek rute Cibubur–Cawang–Dukuh Atas serta shuttle bus menuju sejumlah titik strategis di Jakarta.

Dengan dimulainya pembangunan Marketing Gallery Ecovia, kolaborasi Sinar Mas Land dan Sumitomo Forestry diyakini akan memperkuat posisi Cibubur sebagai salah satu kawasan properti prospektif di timur Jakarta, khususnya untuk hunian berkelanjutan yang terintegrasi.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →