Kemnaker Gandeng Shopee Latih 100 Instruktur Jadi Jenderal Digital Baru di Daerah

Oleh : Ridwan | Senin, 16 Februari 2026 - 16:17 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Bekasi – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menggandeng Shopee Indonesia untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) di era ekonomi digital. 

Kolaborasi ini diwujudkan melalui peluncuran program Training of Trainers (ToT) Shopee Affiliate dengan Instruktur Tersertifikasi BNSP, yang digadang-gadang menjadi langkah strategis menjawab kesenjangan keterampilan digital di Indonesia.

Program ini secara khusus dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kerja di bidang ekonomi digital, terutama dalam pemasaran digital dan pemanfaatan skema affiliate marketing di platform e-commerce. 

Lewat pelatihan ini, para instruktur diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya talenta digital baru di berbagai daerah.

Sebanyak 100 peserta yang merupakan instruktur dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kemnaker dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari, pada 11–13 Februari 2026. Materi pelatihan dibawakan oleh trainer dari Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee yang telah tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Peluncuran program ini dibuka langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, di BBPVP Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/2/2026). 

Turut hadir Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Herry Nugraha, serta Anggota BNSP Adi Mahfudz Wuhadji.

Dalam sambutannya, Menteri Yassierli menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.

“Transformasi dunia kerja menuntut kita untuk terus beradaptasi. Program Training of Trainers Shopee Affiliate ini diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing di era digital,” ujar Yassierli.

Menurutnya, pelatihan berbasis keterampilan digital seperti affiliate marketing dapat menjadi alternatif peluang kerja dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat, terutama generasi muda dan pencari kerja.

Tak hanya membekali pemahaman teknis, para instruktur juga dipersiapkan menjadi agen perubahan di daerah masing-masing. Setelah mengikuti ToT ini, mereka akan mengimplementasikan pelatihan serupa di balai vokasi, sehingga dampaknya bisa menjangkau lebih luas hingga ke tingkat lokal.

Yassierli menambahkan, sinergi pemerintah dan sektor swasta merupakan kunci dalam mempercepat pengembangan kompetensi nasional.

“Kami berharap program ini berkontribusi nyata dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, menegaskan komitmen Shopee dalam mendukung pengembangan talenta digital nasional.

“Melalui pelatihan Training of Trainers Shopee Affiliate, kami berharap para instruktur balai vokasi tidak hanya memahami praktik affiliate marketing secara komprehensif, tetapi juga mampu menjadi ujung tombak dalam menyebarkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di berbagai daerah,” kata Radynal.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee menargetkan melatih 500 pengajar hingga akhir 2026 di berbagai kota di Indonesia. Target ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pelatihan vokasi berbasis digital dan mempercepat penguatan kapasitas instruktur.

Sejak diluncurkan pada 2021, Kampus UMKM Shopee telah memberikan pendampingan kepada jutaan UMKM di Indonesia. Hingga kini, program tersebut telah menyelenggarakan lebih dari 350.000 jam pelatihan dengan dukungan hampir 400 modul pembelajaran untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan talenta digital.

Dalam berbagai pelatihannya, Shopee Affiliate kerap diperkenalkan sebagai salah satu modul unggulan karena memberikan gambaran nyata peluang ekonomi di sektor digital sekaligus membuka alternatif sumber penghasilan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja saat ini.

Melalui kolaborasi ini, Kemnaker dan Shopee berkomitmen memperkuat pelatihan vokasi berbasis keterampilan digital yang selaras dengan kebutuhan industri. Harapannya, semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi adaptif, berdaya saing tinggi, dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital secara produktif dan berkelanjutan.