Serena Hill CitraLand BSB, Hunian Hijau di Semarang Laris Manis Diburu WNA

Oleh : Ridwan | Jumat, 06 Februari 2026 - 14:55 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Semarang – Tren hunian ramah lingkungan di Kota Semarang, Jawa Tengah, kian menguat, terutama di kalangan masyarakat kelas menengah atas. Pasca pandemi Covid-19, kualitas lingkungan, udara bersih, serta ruang terbuka hijau menjadi faktor utama dalam memilih tempat tinggal, menggeser orientasi lama yang berfokus pada kedekatan dengan pusat kota.

Fenomena ini terlihat jelas pada Cluster Serena Hill di CitraLand BSB City, Semarang Barat. Mengusung konsep green building dengan desain inner court, klaster ini mencatat penjualan impresif. Sekitar 60 persen unit telah terjual meski baru dipasarkan dalam waktu relatif singkat, dengan harga mencapai miliaran rupiah.

General Manager CitraLand BSB City, Dessaf Setia Permana mengatakan, preferensi konsumen properti berubah signifikan setelah pandemi berakhir pada 2023. Hunian dengan lingkungan sehat kini menjadi prioritas utama keluarga mapan.

“Bagi segmen menengah atas, udara bersih, lingkungan asri, dan suasana tenang jauh lebih penting dibanding tinggal di pusat kota yang padat dan berpolusi. Kesehatan dan kualitas hidup keluarga menjadi prioritas,” ujar Dessaf di Semarang, Rabu (4/2).

Cluster Serena Hill dirancang dengan konsep inner court, yakni ruang terbuka di dalam rumah yang berfungsi sebagai taman sekaligus pusat sirkulasi udara dan cahaya alami. Konsep ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga menekan konsumsi energi dan mendukung pola hidup sehat.

“Ini merupakan produk pertama kami yang dirancang dengan standar green building bersertifikasi internasional EDGE, yang berafiliasi dengan World Bank,” ungkap Dessaf.

Kebutuhan hunian hijau semakin relevan seiring meningkatnya aktivitas perusahaan multinasional di kawasan tersebut. Saat ini, tercatat hampir 300 warga negara asing (WNA) menetap di CitraLand BSB City.

“Bagi foreigner dan perusahaan multinasional, sertifikasi green building sudah menjadi standar global. Itu selalu menjadi pertanyaan utama,” jelasnya.

Serena Hill menghadirkan tiga tipe rumah, yakni Agatha, Anila, dan Delavera, dengan total 30 unit. Harga unit dipasarkan mulai Rp1,87 miliar hingga Rp3,73 miliar untuk skema tunai bertahap, serta Rp1,79 miliar hingga Rp3,56 miliar untuk skema KPR enam bulan.

Melihat tingginya minat pasar, manajemen berencana meluncurkan produk hunian baru sepanjang 2026. Daya tarik pembelian turut diperkuat oleh insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen untuk rumah baru hingga harga Rp5 miliar yang berlaku sampai 31 Desember 2026.

“Insentif ini sangat membantu konsumen dan menjadi stimulus penting bagi pasar properti,” kata Dessaf.

Selain hunian, pengembang juga menekankan penyediaan ruang terbuka hijau. Sebagian lahan sengaja tidak dimaksimalkan sebagai area terbangun demi menjaga kualitas lingkungan kawasan.

Sementara itu, Head of Marketing CitraLand BSB City Semarang, Aditya Wibowo, menyebutkan berbagai promo menarik hingga Februari 2026.

“Ada diskon hingga Rp200 juta untuk tipe tertentu, gratis AC, dan tipe Agatha bisa mengikuti program PPN DTP,” ujarnya.

Sebagai informasi, CitraLand BSB City merupakan bagian dari masterplan kota satelit Bukit Semarang Baru (BSB) seluas 1.000 hektare yang mengintegrasikan hunian premium, pusat bisnis, pendidikan, dan pusat perbelanjaan.

Didukung konektivitas Tol Trans Jawa Batang–Semarang–Demak serta fasilitas lengkap seperti sekolah Al-Azhar, rumah sakit, kampus, hingga Uptown Mall berkonsep green building, kawasan ini kian mengukuhkan posisinya sebagai hunian masa depan berbasis keberlanjutan di Semarang.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →