Tingkatkan Minat Go Public Perusahaan, BEI Gelar Bandung Business Forum

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 24 Agustus 2017 - 16:16 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Bandung – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan acara Bandung Business Forum.

Acara tersebut mengusung tema “Strategi Menuju Optimalisasi Pertumbuhan Perusahaan Melalui Pasar Modal Indonesia”. Acara yang diselenggarakan di Trans Grand Ballroom, The Trans Hotel, Bandung-Jawa Barat, tersebut dihadiri oleh perusahaan-perusahaan yang berpotensi untuk go public.

Nicky Hogan, Direktur Pengembangan BEI, mengemukakan, penyelenggaraan acara ini bertujuan untuk memberikan kesadaran dan konsultasi teknis mengenai proses Go Public.

“Disamping itu, penyelenggaraan acara ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah perusahaan tercatat di BEI, khususnya, bagi perusahaan-perusahaan swasta, BUMN ataupun BUMD yang belum go public,” ujar Nicky, ketika membuka Bandung Business Forum, Kamis (24/08/2017).

Nicky menjelaskan, kebutuhan dunia usaha terhadap permodalan cenderung meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan peningkatan aktivitas produksi yang dibutuhkan perusahaan. Pinjaman dari perbankan memang masih menjadi pilihan utama sebagian besar perusahaan, tetapi tingkat suku bunga dasar yang fluktuatif membuat perusahaan membutuhkan opsi pendanaan lainnya.

“Pasar modal sendiri sudah cukup lama dikenal sebagai wahana untuk memperoleh pendanaan bagi perusahaan. Sayangnya, perusahaan yang memanfaatkan pasar modal sebagai sarana pendanaan hingga saat ini masih terpusat di Jakarta dan sekitarnya,” papar Nicky.

Menurut data BEI per 16 Agustus 2017, demikian Nicky, sebanyak 449 emiten dari total 555 perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di pasar modal berkantor pusat di Jakarta. Sebanyak 32 emiten berkantor pusat di Jawa Timur, 30 emiten di Jawa Barat, 28 emiten di Provinsi Banten dan sisanya tersebar di seluruh Indonesia.

“Emiten asal Jakarta menguasai 82,99% kapitalisasi pasar di BEI. Kemudian disusul oleh emiten-emiten di Jawa Timur, Jawa Barat dan Provinsi Banten yang masing-masing menguasai 4,2%, 1,8% dan 9,32% kapitalisasi pasar di BEI,” imbuh Nicky. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →