Amara Group dan Koelnmesse GmbH Satukan Empat Pameran Furnitur Terkemuka Indonesia Mulai 2026

Oleh : Nina Karlita | Senin, 19 Januari 2026 - 21:49 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Industri furnitur Indonesia memasuki babak baru. Amara Group bersama Koelnmesse GmbH resmi mengumumkan integrasi strategis empat pameran dagang paling berpengaruh di Tanah Air ke dalam satu platform industri terpadu dari hulu hingga hilir.

Mulai tahun 2026, rangkaian pameran yang mencakup sektor material, manufaktur, furnitur, dan interior ini akan digelar secara co-located pada 23–27 September 2026. Inisiatif ini dirancang untuk merepresentasikan keseluruhan rantai nilai industri furnitur Indonesia dalam satu pekan industri terkoordinasi.

Pameran terpadu tersebut akan berlangsung di dua lokasi utama, yakni Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, yang baru diresmikan, serta JIExpo Kemayoran, Jakarta. 

Kehadiran dua venue ini diharapkan mampu menampung skala industri yang semakin besar serta memperluas peluang bisnis bagi pelaku nasional maupun internasional.

Melalui konsep ini, pengunjung dapat mengakses satu ekosistem industri lengkap—mulai dari material hulu, teknologi produksi, hingga furnitur jadi dan solusi siap pasar.

Sebagai bagian dari penyelarasan strategis, Amara Group dan Koelnmesse GmbH secara bersama-sama akan mengelola IFFINA+, pameran furnitur tahunan unggulan milik ASMINDO. Keduanya juga bergabung dalam tim penyelenggara IFMAC WOODMAC, pameran mesin pengerjaan kayu terkemuka di Indonesia.

Keempat pameran—IFFINA+, IFMAC WOODMAC, interzum jakarta, dan International Hardware Fair Indonesia—akan diselenggarakan secara bersamaan, membentuk portofolio pameran berstandar internasional yang menegaskan peran Indonesia sebagai pusat manufaktur, sumber produksi, dan desain regional bagi pasar furnitur global.

Dalam ekosistem ini, masing-masing pameran tetap mempertahankan karakter dan kekuatan intinya:

IFFINA+ berfokus pada furnitur jadi, desain, dan produk gaya hidup sebagai sisi hilir berorientasi pasar.
interzum jakarta mewakili segmen hulu dengan material, komponen, permukaan, fittings, dan solusi produksi interior.
IFMAC WOODMAC menghadirkan mesin, sistem manufaktur, dan teknologi pendukung produksi furnitur skala industri.

Kolaborasi ini menciptakan konektivitas yang lebih kuat antar pelaku industri, sekaligus meningkatkan efisiensi, kolaborasi lintas sektor, dan pengalaman kunjungan yang lebih terintegrasi.

Secara keseluruhan, platform ini diperkenalkan dengan nama Indonesia Materials, Manufacturing & Furniture Connect, sebuah ekosistem terpadu yang menghubungkan sisi hulu dan hilir industri furnitur dalam satu pekan industri nasional.

“Penyelarasan ini menyatukan berbagai platform industri utama sesuai dengan cara industri furnitur bekerja saat ini,” ujar Dedy Rochimat, Ketua ASMINDO. Menurutnya, inisiatif ini mendukung pengembangan bisnis sekaligus membuka akses yang lebih luas ke pasar internasional.

Sementara itu, Mathias Küpper, Managing Director dan Regional President Asia Pacific Koelnmesse Pte Ltd, menyebut konsep co-location ini sebagai tonggak penting bagi pengembangan platform industri di kawasan.

“Dengan dukungan kuat dari ASMINDO, inisiatif ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur dan sumber produksi yang semakin strategis, sekaligus menyediakan platform relevan bagi pelaku regional dan internasional,” jelasnya.

Dari sisi desain, format ekosistem terintegrasi ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara industri dan disiplin kreatif.

“Dengan menghubungkan desain, material, dan produksi dalam satu pekan industri yang terkoordinasi, kolaborasi di sepanjang rantai nilai dapat berjalan lebih efektif,” kata Adi Surya Triwibowo, S.Sn., M.Ars., Ketua HDII periode 2024–2027.

Selain area pameran, rangkaian acara akan diperkaya dengan program terkurasi, seperti forum industri, diskusi pakar, sesi berfokus pada keberlanjutan, serta pertukaran pengetahuan lintas sektor.