Emisi Obligasi Bertambah, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp16.301 Triliun
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Selama periode 5—9 Januari 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan 3 (tiga) obligasi dan 1 (satu) sukuk baru. Seluruh instrumen tersebut mulai tercatat pada Rabu (7/1).
Pada hari tersebut, PT Eagle High Plantations Tbk mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap III Tahun 2025 dengan nilai Rp210.000.000.000,- serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap II Tahun 2025 senilai Rp290.000.000.000,-. Hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk obligasi dan sukuk tersebut adalah idA- (Single A Minus) dan idA- sy (Single A Minus Syariah) dengan Wali Amanat PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
Masih pada hari yang sama, Obligasi Berkelanjutan V Summarecon Agung Tahap I Tahun 2025 oleh PT Summarecon Agung Tbk mulai tercatat di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp351.960.000.000,-. Obligasi ini memperoleh hasil pemeringkatan idA+ (Single A Plus) dari PEFINDO dengan Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Selain itu, PT Energi Mega Persada Tbk juga mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 dengan total nilai nominal sebesar Rp500.000.000.000,-. Obligasi tersebut mendapatkan hasil pemeringkatan idA+ (Single A Plus) dari PEFINDO dengan Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Secara kumulatif, total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2026 mencapai 4 emisi dari 3 emiten dengan nilai Rp216,97 triliun. Dengan pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 662 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp539,79 triliun dan USD134,010595 juta, yang diterbitkan oleh 136 emiten. Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp6.484,29 triliun dan USD352,10 juta, serta EBA sebanyak 6 emisi senilai Rp3,99 triliun.
Kinerja perdagangan saham BEI selama periode 5—9 Januari 2026 ditutup di zona positif. Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian Bursa yang naik sebesar 48,08% menjadi 61,78 miliar lembar saham, dari 41,72 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian BEI juga meningkat sebesar 44,68% menjadi Rp31,45 triliun, dari Rp21,74 triliun pada pekan sebelumnya. Selanjutnya, rata-rata frekuensi transaksi harian turut naik sebesar 42,74% menjadi 3,98 juta kali transaksi, dari 2,79 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menunjukkan penguatan sebesar 2,16% dan ditutup pada level 8.936,754 dari posisi 8.748,132 pada pekan sebelumnya. Pada Rabu (7/1), IHSG mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.944,813. Kemudian pada Kamis (8/11), IHSG berhasil menembus level psikologis 9.000 secara intraday dengan puncak tertinggi mencapai 9.002,92.
Sejalan dengan penguatan indeks, kapitalisasi pasar BEI meningkat sebesar 1,79% menjadi Rp16.301 triliun dari Rp16.014 triliun pada sepekan sebelumnya. Dari sisi investor asing, tercatat nilai beli bersih sebesar Rp2,56 triliun pada hari ini dan sepanjang tahun 2026 mencapai Rp3,1 triliun.