Saham DADA Meledak 35% dalam 15 Menit! Dari Saham Tidur Jadi Incaran Investor di Awal 2026

Oleh : Ridwan | Kamis, 08 Januari 2026 - 17:43 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Mengawali perdagangan tahun 2026, saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mencuri perhatian pelaku pasar. Dalam waktu kurang dari 15 menit, saham emiten properti ini melonjak hingga 35%, melesat dari level Rp50 ke area yang jauh lebih tinggi, disertai volume transaksi yang solid.

Lonjakan cepat dan terarah tersebut bukan sekadar fluktuasi sesaat. Pergerakan agresif saham DADA memantik spekulasi positif di kalangan investor, seiring menguatnya optimisme terhadap fundamental dan prospek kinerja perseroan ke depan.

Direktur & CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan mengungkapkan bahwa lonjakan harga saham tidak terjadi tanpa dasar. Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian pasar adalah kenaikan laba perusahaan yang sangat signifikan, bahkan mencapai ratusan persen dari kuartal II ke kuartal III.

“Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya bertahan, tetapi berhasil melakukan akselerasi bisnis secara nyata,” tegas Bayu.

Menurutnya, lonjakan laba sebesar ini kerap menjadi early signal bahwa valuasi lama sudah tidak lagi relevan. Harga saham DADA di level Rp50 dinilai tidak mencerminkan kondisi fundamental terkini, sehingga pasar mulai melakukan penyesuaian harga secara agresif.

Dari Saham Tidur Menjadi Saham dengan Growth Story

Dalam dinamika pasar modal, tidak semua lonjakan harga saham dipandang sebagai fenomena jangka pendek. Pada beberapa kasus, pergerakan tajam justru menandai perubahan fase yang lebih fundamental.

Kondisi tersebut mulai melekat pada saham DADA. Di kalangan analis, saham yang mengalami kebangkitan seperti ini sering disebut memasuki fase awakening, yakni transisi dari saham yang sebelumnya kurang dilirik menjadi emiten dengan cerita pertumbuhan (growth story) yang mulai diperhitungkan.

Lonjakan sekitar 35% dalam waktu singkat dinilai bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan pembuka fase re-rating valuasi.

“Bagi investor jangka menengah hingga panjang, pergerakan seperti ini sering dibaca sebagai sinyal awal proses revaluasi, di mana pasar mulai menyesuaikan harga saham dengan prospek dan fundamental yang sebelumnya belum sepenuhnya tercermin,” jelas Bayu.

Pergerakan cepat dengan volume kuat juga kerap diinterpretasikan sebagai indikasi masuknya smart money, terutama ketika didukung oleh perbaikan kinerja riil, bukan sekadar rumor atau sentimen sesaat.

Bayu menegaskan, penguatan saham DADA kali ini memiliki pijakan yang lebih solid dibanding saham-saham yang naik karena spekulasi jangka pendek. Data kinerja keuangan perseroan menjadi faktor pembeda utama yang mendorong perubahan persepsi pasar.

Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku pasar mulai menggeser strategi, dari sekadar trading jangka pendek menuju pendekatan hold berbasis fundamental.

Awal Tren Positif atau Sekedar Euforia?

Lonjakan sekitar 35% hanya dalam hitungan menit jelas bukan peristiwa lazim tanpa sebab. Pasar seakan mengirimkan sinyal bahwa tengah terjadi perubahan signifikan di tubuh DADA, terlebih dengan dukungan lonjakan laba ratusan persen secara kuartalan.

“Pertanyaannya bukan lagi mengapa saham ini naik, melainkan sejauh mana proses revaluasi ini akan berlanjut,” ujar Bayu.

Di tengah mulai pulihnya sektor properti dan meningkatnya selektivitas investor, DADA mulai dipersepsikan bukan lagi sekadar saham berharga rendah, melainkan emiten dengan potensi pertumbuhan baru.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko, mulai dari kondisi makroekonomi global, daya beli masyarakat, hingga konsistensi realisasi kinerja keuangan pada kuartal-kuartal mendatang. Volatilitas jangka pendek masih berpotensi terjadi.

Namun, Bayu optimistis saham DADA memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan.

“Ke depan, saham DADA berpeluang terus menguat apabila perseroan mampu menjaga kinerja penjualan, merealisasikan proyek sesuai rencana, serta menghadirkan katalis korporasi yang memberi nilai tambah bagi pemegang saham. Di tengah bangkitnya sektor properti, DADA berpotensi menjadi salah satu emiten yang ikut menikmati momentum pemulihan,” pungkasnya.