Sukses Berkarya Sebelum 30, Nawla Tumbuh Lewat Inovasi Fesyen Pria Lokal di Shopee

Oleh : Erni S | Selasa, 23 Desember 2025 - 14:15 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di tengah transformasi industri fesyen nasional, semakin banyak anak muda yang membangun brand lokal dengan memanfaatkan ekosistem digital. Nawla, UMKM fesyen pria yang didirikan Alwan Abdul Zaki, menjadi salah satu contoh pelaku usaha muda yang berhasil bertumbuh sebelum usia 30 tahun melalui inovasi produk dan optimalisasi platform Shopee.

Nawla resmi berdiri pada akhir 2023 saat Alwan berusia 25 tahun. Berangkat dari pengalaman panjang di industri fesyen sejak lulus SMA, Alwan membangun Nawla dengan visi menghadirkan fesyen pria lokal yang elegan, berkualitas, timeless, dan tetap terjangkau. Nama Nawla dipilih dari pembalikan nama Alwan sebagai simbol keterikatan personal dalam membangun identitas brand.

“Sejak awal, Nawla dijalankan untuk menghadirkan kualitas yang sepadan dengan harga yang lebih rasional. Perkembangan ekosistem digital seperti Shopee memainkan peran penting dalam perjalanan kami,” ujar Alwan. Ia menambahkan, lebih dari 80 persen total penjualan Nawla berasal dari Shopee.

Produk Nawla dikembangkan dari keresahan personal sang pendiri yang dipadukan dengan kebutuhan konsumen. Pendekatan ini melahirkan produk dengan desain yang relevan lintas generasi. “Saya membayangkan pakaian yang tetap layak dipakai seiring waktu, bahkan bisa diwariskan,” kata Alwan.

Perjalanan Nawla dimulai dari skala kecil dengan lima artikel produk yang fokus pada kaos dan polo berbahan knitwear dengan desain yang refined dan tidak pasaran. Seiring pertumbuhan brand, Nawla menghadirkan berbagai pengembangan produk, mulai dari polo dengan desain signature, kemeja bermaterial quick dry, hingga loose pants untuk aktivitas harian. Seluruh artikel dikembangkan melalui proses riset, uji pasar, dan produksi bertahap guna menjaga kualitas tetap terjaga.

Dalam operasionalnya, Nawla mengadopsi sistem kerja kolaboratif bersama talenta muda, mayoritas dari generasi Gen Z, dengan pola kerja fleksibel berbasis work from home. Seiring meningkatnya permintaan pasar, kapasitas produksi Nawla tumbuh dari sekitar 2.000 potong per bulan pada 2023 menjadi 4.000 potong per bulan pada 2025.

Sejak awal berdiri, Nawla memilih Shopee sebagai platform utama penjualan online. Berbagai fitur seperti Shopee Live, Shopee Video, Shopee Affiliate Program, hingga iklan dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pemasaran. Hasilnya, pada tahun kedua operasional, penjualan Nawla meningkat lebih dari 100 persen.

“Momentum kampanye belanja seperti Shopee Big Ramadan Sale dan kampanye tanggal kembar mampu mendorong penjualan hingga tiga kali lipat,” ujar Alwan.

Tidak hanya fokus pada pasar domestik, Nawla juga mulai memperluas jangkauan melalui Program Ekspor Shopee, dengan produk yang kini dapat diakses konsumen di Singapura.

Ke depan, Nawla berencana menghadirkan lini produk baru seperti outerwear dan oversize t-shirts, sembari menjaga keseimbangan antara idealisme brand dan kebutuhan pasar. “Dengan visi yang jelas dan pemanfaatan ekosistem digital secara optimal, mimpi untuk berkarya dan bertumbuh sebelum usia 30 bukanlah hal yang mustahil,” pungkas Alwan.

Erni S

Redaksi

Erni S adalah seorang jurnalis dan sekretaris redaksi di Industry.co.id. ia menjadi salah satu kontributor paling produktif. Spesialisasinya mencakup berbagai bidang, dengan fokus utama pada sektor hiburan, industri, dan iptek. Tulisannya dikenal luas karena kemampuannya mengulas isu-isu terkini dengan gaya yang informatif dan mudah dipahami oleh pembaca lintas kalangan. Di luar dunia hiburan, Erni S juga aktif menulis tentang perkembangan industri nasional, teknologi, pariwisata, dan sektor keuangan menjadikannya salah satu penulis yang yang paling berpengaruh bagi kemajuan Industry.co.id.

Lihat semua artikel →