Kemenperin - HIPPINDO Satukan IKM dan Ritel, Pasar Baru Produk Lokal Terbuka Lebar

Oleh : Ridwan | Rabu, 17 Desember 2025 - 11:10 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY co.idJakarta  – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi strategis guna membuka akses pasar yang berkelanjutan bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM). Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penyelenggaraan Temu Bisnis (Business Matching) sektor IKM Pangan dan Barang Gunaan bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).

Kegiatan ini merupakan rangkaian Business Matching Produk Dalam Negeri 2025, sebagai wujud dukungan terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Gerakan Beli Produk Dalam Negeri (BPDN).

Dalam kegiatan tahun ini, Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin melibatkan 53 IKM pangan yang dipertemukan langsung dengan jaringan ritel anggota HIPPINDO. 

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita mengatakan, kemitraan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian yang menekankan pembangunan industri secara berkeadilan, inklusif, serta berpihak pada penguatan industri kecil melalui kemitraan rantai pasok nasional.

“Kemitraan bukan sekadar hubungan bisnis, tetapi kewajiban strategis untuk menciptakan ekosistem industri yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Reni di Jakarta (17/12).

Menurutnya, business matching ini tidak sekadar mempertemukan pelaku usaha, tetapi menjadi bagian dari gerakan besar untuk memperkuat penggunaan produk lokal sekaligus meningkatkan daya saing IKM agar mampu naik kelas.

“Business matching antara IKM dan HIPPINDO bukan hanya pertemuan bisnis, melainkan upaya strategis untuk mendorong produk dalam negeri agar memiliki kepastian pasar dan menciptakan multiplier effect bagi industri nasional,” katanya.

Reni menilai, IKM merupakan tulang punggung industri nasional yang membutuhkan ekosistem kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Kemenperin secara konsisten menghadirkan berbagai program pembinaan, mulai dari promosi melalui pameran, pemanfaatan marketplace lokal dan global, hingga penguatan kemitraan dengan industri besar.

Kolaborasi Kemenperin dan HIPPINDO sebelumnya juga membuahkan hasil positif. Pada business matching tahun lalu, kerja sama IKM pangan dan furnitur berhasil mencatat potensi transaksi lebih dari Rp40 miliar, disertai tindak lanjut berupa uji produk, permintaan sampel, negosiasi harga, hingga skema white label.

Meski demikian, Reni mengakui masih terdapat tantangan, seperti kesiapan administrasi IKM, penyesuaian margin ritel, serta standar kemasan. Hal ini menjadi bahan evaluasi Ditjen IKMA untuk memperkuat pendampingan teknis, legalitas usaha, dan peningkatan kualitas produk.

Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah menyebut forum business matching ini sangat strategis karena mempertemukan langsung produsen dan pasar.

“Ini momentum penting agar IKM tidak hanya kuat di produksi, tetapi juga mampu masuk ke rantai pasok ritel dan sektor Food & Beverage (F&B),” ujarnya.

Melalui temu bisnis ini, HIPPINDO berharap tercipta kerja sama komersial jangka panjang yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat dominasi produk dalam negeri di ritel modern nasional.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →