BWI dan Unhas Dorong Wakaf Jadi Akselerator Pembangunan Kawasan Timur Indonesia

Oleh : Wiyanto | Selasa, 16 Desember 2025 - 15:49 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id-MAKASSAR -- Badan Wakaf Indonesia (BWI) menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar program Wakaf Goes to Campus sebagai upaya mendorong wakaf menjadi instrumen strategis pembangunan berkelanjutan, khususnya di Kawasan Timur Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 16 Desember 2025 ini menegaskan peran kampus sebagai ekosistem wakaf untuk memperluas akses pendidikan dan memperkuat ekonomi keumatan.

Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa mengatakan, gerakan Wakaf Goes to Campus bagi Universitas Hasanuddin merupakan gagasan-gagasan inovatif terkait ekonomi keumatan yang selalu disambut dengan baik. Terlebih Unhas telah memiliki program studi Ekonomi Islam, sehingga inisiatif seperti wakaf menjadi sangat relevan untuk dikembangkan.

Ia menerangkan bahwa wakaf merupakan salah satu kekuatan besar umat yang seharusnya dapat menjadi penggerak di berbagai dimensi, tidak hanya ekonomi, tetapi juga sosial.

“Karena itu, Unhas berpikir untuk mengkombinasikan konsep dana abadi dengan wakaf sebagai sebuah gerakan yang mampu membantu masyarakat,” kata Prof Jamaluddin di Aula Baharuddin Lopa Fakultas Hukum Unhas, Selasa (16/12/2025)

Profesor di bidang kelautan dan perikanan ini menjelaskan bahwa fokus utama wakaf adalah memberikan dukungan kepada calon mahasiswa Unhas yang secara ekonomi kurang mampu, namun memiliki semangat dan potensi akademik yang besar. Mereka adalah anak-anak bangsa yang memiliki keinginan kuat untuk berkembang dan berkontribusi bagi Indonesia. Untuk itu, Unhas membuka ruang seluas-luasnya.

Memang, dikatakan Prof Jamaluddin, pemerintah telah menyediakan berbagai skema beasiswa seperti KIP dan lainnya. Namun, khususnya di kawasan Indonesia Timur, masih banyak mahasiswa yang membutuhkan dukungan tambahan.

Oleh sebab itu, pihak Unhas mendorong kolaborasi dengan BWI untuk membangun Gerakan Wakaf Unhas yang dikombinasikan secara sistematis dan berkelanjutan.

“Kami berharap inisiatif ini menjadi formula baru dalam memperkuat ekosistem wakaf, tidak hanya di Unhas, tetapi juga di Indonesia Timur dan secara nasional, sehingga seluruh pihak dapat saling menguatkan,” ujarnya.

Prof Jamaluddin menambahkan, Insya Allah, Unhas dalam waktu dekat akan merampungkan perumusan dan sistemnya. Sebenarnya komunikasi dan penyusunan konsep ini telah berjalan sejak beberapa bulan lalu. Mudah-mudahan program ini dapat segera diluncurkan. Unhas juga menyampaikan terima kasih kepada BWI atas kepercayaan dan kolaborasi tersebut.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua BWI, KH Ahmad Zubaidi berharap kampus dapat menjadi salah satu ekosistem wakaf yang mendorong percepatan penghimpunan harta benda wakaf. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan sebesar-besarnya, baik oleh kampus itu sendiri maupun dunia pendidikan secara umum.

Hal ini, menurut Kiai Zubaidi, penting karena kampus memiliki potensi yang sangat besar, dengan jumlah mahasiswa yang banyak serta sivitas akademika yang luas. Potensi tersebut telah terbukti di sejumlah perguruan tinggi besar, termasuk PTN-BH, yang telah menitipkan dana abadi mereka melalui BWI.

"Dari dana tersebut, manfaat yang dikelola oleh BWI kemudian dikembalikan kepada masing-masing kampus. Skema ini, diharapkan dapat menjadi solusi atas persoalan biaya pendidikan yang semakin mahal," ujar Kiai Zubaidi.

Kiai Zubaidi menyampaikan bahwa banyak mahasiswa yang kesulitan membayar SPP dan kebutuhan pendidikan lainnya. Jika wakaf dikelola dengan baik dan berhasil, maka wakaf dapat membantu mahasiswa yang kurang mampu.

Dengan demikian, ia menegaskan, BWI bisa mendorong terwujudnya kesetaraan dalam pendidikan. Artinya, mahasiswa dari keluarga tidak mampu tetap memiliki kesempatan untuk kuliah, setidaknya dengan bantuan dana wakaf, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa memperoleh pendidikan secara gratis.

“Kami terus melakukan roadshow ke berbagai kampus untuk mengajak bersama-sama membesarkan perwakafan melalui gerakan kampus berwakaf. Insya Allah, langkah ini akan memberikan kontribusi besar bagi penguatan wakaf di Indonesia,” ujarnya.

Untuk diketahui, program Wakaf Goes to Campus yang berlangsung di Unhas mengusung tema "Wakaf Sebagai Akselerator Pembangunan Berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia."