HUT 35 PT Niramas Utama, Kemenperin Ungkap Masa Depan Cerah Industri Mamin
INDUSTRY.co.id - Jakarta – Industri makanan dan minuman (mamin) terus menunjukkan kinerja kuat dan menjadi subsektor yang berperan besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Dukungan konsumsi rumah tangga yang terus meningkat membuat industri mamin diproyeksikan semakin menguat dan mengokohkan posisinya sebagai kontributor utama sektor industri pengolahan nonmigas.
“Industri ini tidak hanya menjadi penopang pertumbuhan manufaktur nasional, tetapi juga sangat strategis dalam menyediakan kebutuhan dasar masyarakat, memperkuat rantai pasok pangan, serta memastikan ketersediaan produk yang aman, terjangkau, dan berkualitas,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta (9/12).
Berdasarkan data World Bank dan United Nations Statistics, nilai Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia pada 2024 mencapai USD 265,07 miliar, tertinggi dalam sejarah industri nasional.
Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai 15 besar negara manufaktur dunia, sekaligus terbesar kelima di Asia setelah China, Jepang, India, dan Korea Selatan.
Di kawasan ASEAN, posisi Indonesia menjadi yang tertinggi, melampaui Thailand dan Vietnam.
“Kenaikan MVA ini indikator bahwa struktur industri kita makin kuat dan kompetitif. Pemerintah terus mendorong hilirisasi, penguasaan teknologi, dan iklim investasi yang ramah untuk percepatan transformasi industri,” kata Agus.
Dalam State of The Global Islamic Economy Report 2024/2025, Indonesia menempati peringkat ke-3 ekosistem industri halal global, dengan kenaikan skor tertinggi sebesar 19,8 poin sejak 2022.
Indonesia juga mencatat performa unggul pada tiga sektor yang berkaitan langsung dengan industri manufaktur: modest fashion, farmasi dan kosmetik halal, serta makanan dan minuman halal.
Pada perayaan HUT ke-35 PT Niramas Utama, Menperin Agus menyampaikan apresiasi atas kiprah perusahaan yang selama lebih dari tiga dekade dinilai konsisten berkontribusi pada perkembangan industri makanan dan minuman nasional.
Menurutnya, PT Niramas Utama menunjukkan komitmen melalui berbagai langkah strategis seperti inovasi produk, peningkatan kualitas dan keamanan pangan, riset dan pengembangan, pembinaan UMKM pemasok, hingga penciptaan lapangan kerja.
“Upaya seperti ini bukan hanya menjamin kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di sektor makanan dan minuman halal global serta mendukung reputasi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia,” ujarnya.
Melalui momentum 35 tahun PT Niramas Utama, Menperin berharap perusahaan semakin memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ekosistem makanan dan minuman halal nasional.
Kemenperin berkomitmen mendukung peningkatan daya saing produk halal Indonesia agar semakin diakui di pasar global.
Agus juga mengapresiasi inisiatif perusahaan dalam meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat riset, serta mendorong standar industri yang lebih baik. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan agenda nasional untuk menciptakan industri makanan dan minuman yang tangguh, inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi ekspor.
“Semoga momentum ini memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah, dan mendorong daya saing industri menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.