Konimex dan Menteri Perdagangan Resmi Melepas Ekspor Wafer & Biskuit ke Jepang
INDUSTRY.co.id - Sukoharjo - Konimex Group—perusahaan FMCG dan healthcare terkemuka di Indonesia—bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso melaksanakan pelepasan ekspor produk wafer dan biskuit ke Jepang langsung dari pabrik Konimex di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Perdagangan meninjau fasilitas manufaktur berteknologi tinggi dan berdiskusi dengan manajemen Konimex mengenai strategi ekspansi global.
Pelepasan kontainer ekspor ini meliputi dua produk andalan dari divisi Konimex Food, yaitu Chocomania dan Bringz Lumière, yang kini mulai memasuki pasar Jepang—salah satu negara dengan regulasi keamanan pangan dan ekspektasi kualitas paling ketat di dunia.
Keberhasilan menembus pasar Jepang menjadi pencapaian strategis bagi Konimex. Jepang dikenal sebagai pasar yang sangat selektif, dengan standar keamanan, kualitas, serta preferensi konsumen yang kompleks. Ekspor Chocomania dan Bringz Lumière menunjukkan bahwa proses produksi Konimex telah memenuhi benchmarking internasional.
Edward Joesoef, Group Chief Strategy Officer Konimex, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah serta optimisme terhadap ekspansi global perusahaan.
“Pelepasan ekspor produk Konimex Food ke Jepang merupakan strategic milestone bagi kami. Dukungan Kementerian Perdagangan menjadi katalis untuk menembus pasar-pasar berstandar tinggi. Keberhasilan ini memberikan validation point kuat bahwa produk Indonesia mampu bersaing di kancah global dan menjadi fondasi ekspansi ekspor kami ke lebih banyak negara.”
Selama lebih dari 50 tahun, Konimex dikenal sebagai perusahaan yang mengutamakan kualitas, inovasi, serta kepatuhan terhadap standar internasional. Portofolionya mencakup: Obat-obatan, Produk makanan dan confectionery, Personal care, Suplemen kesehatan, Produk alami, dan Alat kesehatan.
Di Asia Tenggara, sejumlah merek Konimex telah menjadi market leader di Vietnam, Myanmar, Kamboja, Filipina, dan Malaysia.
Momentum ekspansi global Konimex semakin kuat dengan keberhasilan memasuki pasar Kanada—didukung oleh implementasi Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Kerja sama ini memberikan akses pasar yang lebih luas dan tarif yang lebih kompetitif bagi eksportir Indonesia.
Pelepasan ekspor ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekspor finished goods sebagai motor pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa daya saing industri nasional harus menjadi fondasi utama agar Indonesia dapat masuk dalam rantai nilai global yang lebih tinggi.