Sun Life Beberkan Fakta Mengejutkan: Literasi Finansial Jadi Kunci Agar Warisan Tak Musnah!

Oleh : Ridwan | Kamis, 06 November 2025 - 11:18 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Survei terbaru Sun Life Indonesia bertajuk “Passing the Torch: Building Lasting Legacies in Asia” mengungkap bahwa keamanan finansial menjadi fondasi utama dalam perencanaan warisan di Asia, namun masih banyak masyarakat yang belum siap mewariskan kekayaan secara berkelanjutan.

Dari lebih dari 3.000 responden di Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Vietnam, tercatat 60 persen responden khawatir kekayaan mereka tidak akan bertahan hingga generasi anak-anak mereka. 

Kondisi ini menunjukkan pentingnya perencanaan keuangan yang lebih terstruktur dan peningkatan literasi finansial antar generasi.

Hasil survei menunjukkan bahwa 70 persen responden menempatkan perlindungan finansial keluarga sebagai prioritas utama dalam perencanaan warisan. Sementara itu, 53 persen ingin memastikan rencana pewarisan yang jelas agar terhindar dari potensi sengketa, dan 48 persen menekankan pentingnya membangun kekayaan yang dapat diteruskan ke generasi berikutnya.

Selain itu, 59 persen responden berharap warisan mereka tetap produktif, misalnya dengan diinvestasikan dalam aset finansial, asuransi jiwa, atau bisnis keluarga, guna menciptakan pertumbuhan jangka panjang. 

Jumlah yang sama juga berharap warisan digunakan untuk kebutuhan dasar seperti perumahan dan kesehatan, sementara 56 persen ingin warisan membantu biaya pendidikan anak hingga perguruan tinggi atau pelatihan kejuruan.

Sun Life mencatat, kekhawatiran terbesar muncul pada kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi, di mana 28 persen menyebut diri mereka “sangat khawatir” terhadap keberlangsungan kekayaan keluarga.

Lebih dari 55 persen responden juga menilai bahwa anak-anak mereka belum memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk mengelola warisan. Hanya 31 persen yang percaya generasi penerus akan menjaga dan mengembangkan nilai-nilai keluarga dalam pengelolaan kekayaan.

“Kami melihat adanya perubahan pandangan terhadap konsep warisan, tidak lagi semata soal harta, tetapi juga bagaimana memberikan rasa aman, pendidikan, dan kehidupan yang bermakna bagi generasi berikutnya,” ujar Maika Randini, Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia dalam keterangannya di Jakarta.

Menurut Maika, hasil survei menegaskan pentingnya perencanaan proaktif, bimbingan profesional, dan komunikasi terbuka dalam keluarga agar nilai dan aset dapat diwariskan secara berkelanjutan.

Warisan Tak Sekedar Harta, Tapi Juga Makna

Bagi banyak keluarga Asia, warisan kini mencakup lebih dari sekadar aset finansial. Sebanyak 41 persen responden ingin meninggalkan warisan berupa harta, 15 persen ingin melestarikan tradisi keluarga, dan 13 persen berharap dapat memberikan pengaruh positif kepada keluarga dan sahabat.

Namun, kekhawatiran terhadap hilangnya nilai-nilai keluarga juga cukup tinggi. Hanya 31 persen yang yakin anak-anak mereka akan menjaga tradisi keluarga. Penyebab utamanya antara lain perbedaan prioritas antar generasi (58 persen), minimnya keterlibatan (39 persen), serta lemahnya ikatan emosional antar generasi (29 persen).

Meski kesadaran terhadap pentingnya perencanaan warisan semakin tinggi, kesiapan masyarakat masih terbatas. Hanya 19 persen responden yang merasa siap jika harus meninggalkan warisan hari ini, dan 29 persen di kalangan berpenghasilan tinggi.

Bahkan, hanya 10 persen responden yang telah menyusun dan mengomunikasikan rencana warisan secara lengkap, sementara hampir 45 persen baru memiliki sebagian rencana, dan 31 persen sama sekali belum menyiapkannya.

Meski 70 persen responden mengetahui dokumen seperti surat wasiat dan perwalian, hanya 38 persen yang benar-benar menggunakannya. Begitu pula dengan penasihat keuangan, yang diketahui oleh 67 persen responden namun hanya digunakan oleh 36 persen.

“Banyak keluarga sudah mulai membicarakan warisan, tetapi belum membuat rencana konkret. Diskusi yang lebih terstruktur penting agar warisan dapat diteruskan dengan jelas dan menghindari konflik," kata Maika.

Literasi Finansial Sebagai Warisan Bernilai

Lebih dari setengah responden (54 persen) mengaku telah atau berencana untuk berbagi pengalaman finansial pribadi dengan anak-anak mereka. Sebanyak 53 persen aktif berdiskusi terbuka tentang keuangan dan 53 persen lainnya mengajarkan dasar pengelolaan keuangan.

Kebutuhan akan bimbingan profesional juga meningkat, dengan 37 persen responden sudah menggunakan jasa penasihat keuangan dan 42 persen berencana melakukannya. Kelompok berpenghasilan tinggi (58 persen) dan Gen Z (47 persen) menjadi yang paling aktif mencari pendampingan profesional.

“Banyak keluarga kini ingin mewariskan lebih dari sekadar harta. Mereka ingin memberikan pengetahuan dan nilai-nilai bijak dalam mengelola kekayaan. Sun Life berkomitmen untuk mendampingi keluarga Indonesia membangun warisan yang tidak hanya bertahan, tetapi juga membawa makna bagi generasi berikutnya," tutupnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →