HIPKA Dorong UMKM Jadi Mesin Ekonomi Nasional, Target Pertumbuhan 8% Bukan Mimpi

Oleh : Nina Karlita | Sabtu, 25 Oktober 2025 - 19:19 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Target ambisius pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% bukanlah hal mustahil. Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) menilai kuncinya terletak pada penguatan sektor UMKM sebagai motor utama ekonomi nasional dan pemain global baru di pasar dunia.

Semangat ini ditegaskan dalam Forum Bisnis HIPKA 2025 yang berlangsung di Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada Kamis (23/10). Forum ini menjadi ruang sinergi antara HIPKA, pemerintah, dan dunia usaha untuk memperkuat kewirausahaan sekaligus memperluas ekspor produk Indonesia.

Ketua Umum HIPKA Kamrussamad menegaskan, penguatan wirausaha adalah langkah strategis menuju Indonesia maju. Menurutnya, Indonesia perlu mendorong minimal 3% penduduk menjadi wirausaha aktif agar mampu menopang pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

“Wirausaha adalah kekuatan inti menuju Indonesia maju. Kita butuh lebih banyak pelaku usaha aktif yang berdaya saing, terutama di sektor UMKM,” ujar Kamrussamad.

Ia menjelaskan, HIPKA terus memperluas jaringan kolaborasi di berbagai daerah — mulai dari percepatan akses keuangan di Aceh, konektivitas bisnis di Sumatera Utara, hingga akselerasi pertumbuhan ekonomi di Lampung.

HIPKA juga berkomitmen agar produk-produk UMKM Indonesia bisa terkurasi di marketplace, mendapatkan akses ekspor, serta memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar internasional.

“Hilirisasi jangan hanya terjadi di sektor minerba. Pertanian, industri kreatif, dan komoditas unggulan daerah juga harus naik kelas,” tambah Kamrussamad.

HIPKA siap menjadi jembatan kolaborasi dengan Kemendag, BUMN, perguruan tinggi, dan diaspora global untuk memperluas pasar ekspor UMKM. Kolaborasi ini, menurut Kamrussamad, telah membuahkan hasil positif.

Dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, keterlibatan HIPKA bersama Kadin Indonesia mencatat transaksi senilai USD22,8 miliar — bukti nyata produk lokal mampu bersaing di pasar dunia.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum HIPKA Yana Aditya menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Jika kita ingin ekonomi tumbuh 8%, maka sektor UMKM juga harus tumbuh. Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Yana menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar strategi besar ini tak hanya berhenti pada wacana.

Menteri Perdagangan Budi Santoso, melalui sambutan yang dibacakan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan, mengungkapkan kabar baik di tengah ketidakpastian global.

Sepanjang Januari–Agustus 2025, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD29,14 miliar, yang menjadi sinyal kuatnya daya tahan ekonomi nasional.

“UMKM berkontribusi sebesar 60,51% terhadap PDB, dengan 64,2 juta pelaku usaha menyerap 120,59 juta tenaga kerja. Mereka adalah fondasi utama ekonomi Indonesia,” ujar Iqbal.

Untuk memperkuat kebanggaan terhadap produk lokal, Kemendag juga meluncurkan gerakan Kamis Pakai Lokal (GASPOL), yang mendorong masyarakat menggunakan produk UMKM setiap pekan.

“Bangga pada produk lokal bukan hanya diucapkan, tapi dibeli dan digunakan,” tegasnya.

Forum ini menyepakati bahwa transformasi UMKM Indonesia tak hanya soal kapasitas produksi, tapi juga peningkatan kualitas, branding, dan standar global.

HIPKA dan pemerintah pun bersepakat bahwa UMKM bukan pelengkap, melainkan lokomotif utama ekonomi nasional.

“Ekspor UMKM harus terus diperluas hingga menembus pasar global. Pertumbuhan ekonomi tinggi harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” tutup Kamrussamad optimistis.

Nina Karlita

Redaksi

Nina Karlita adalah seorang jurnalis, penulis, dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia bergabung di Majalah Industry sejak tahun 2014. - Jurnalis Ekonomi dan Bisnis: tercatat sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis aktif di media nasional Industry.co.id. - Tulisan-tulisannya banyak mengulas seputar perkembangan ekonomi, literasi, korporasi - Pernah menjadi Ketua Komunitas FoWarLife: Nina Karlita mengemban amanah sebagai Ketua FoWarLife (Forum Wartawan Lifestyle). Melalui organisasi ini, ia sering menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatannya yang menonjol adalah program Cooking Class for Business yang menggandeng perusahaan finansial teknologi untuk melatih puluhan wanita agar cakap dalam merintis usaha kuliner skala mikro.

Lihat semua artikel →