Kolaborasi Hebat! Eagle High Plantations Satukan Akademisi dan Industri Demi Bumi Lebih Hijau

Oleh : Ridwan | Kamis, 16 Oktober 2025 - 15:22 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui penyelenggaraan diskusi bertajuk “Inovasi Hijau dari Indonesia untuk Dunia” di Jakarta, Kamis (16/10).

Kegiatan ini menjadi wadah kolaboratif bagi pelaku industri, akademisi, dan komunitas lingkungan untuk memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem inovasi hijau nasional.

Dalam forum tersebut, para pembicara menekankan bahwa inovasi hijau bukan sekadar urusan teknologi, melainkan juga cerminan kemampuan bangsa dalam beradaptasi dan berkolaborasi menghadapi masa depan yang berkelanjutan. 

CEO Eagle High Plantations Henderi Djunadi menyatakan bahwa sektor swasta memegang peran strategis dalam menciptakan solusi keberlanjutan yang nyata dan aplikatif.

“Inovasi hijau harus menjadi bagian integral dari strategi bisnis. Melalui riset, teknologi, dan kolaborasi lintas generasi, kita dapat menghadirkan perubahan signifikan bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Waste Krisis Center Mohamad Bijaksana Junerosano menyoroti perlunya perubahan paradigma dalam melihat inovasi lingkungan.

“Inovasi lingkungan bukan hanya soal mengurangi emisi, tetapi juga tentang mengubah limbah menjadi sumber nilai baru bagi ekonomi hijau,” kata Sano.

Menurutnya, diperlukan sinergi dan kerja sama antara pemerinah dengan private sector (swasta) untuk mendorong pengembangan inovasi hijau di Indonesia. “Bergerak dan bersinergi serta kerja sama dengan private sector justru lebih baik demi mewujudkan Indonesia hijau,” tegasnya.

Sementara itu, Praktisi Kesawitan, Bayu Krisnamurthi menegaskan bahwa inovasi hijau perlu menjadi bagian dari transformasi sistemik bangsa.

“Inovasi hijau bukan hanya tentang teknologi baru, tetapi juga solusi untuk menjaga kelestarian global dengan pendekatan lokal. Kita perlu memberi apresiasi atas upaya yang dilakukan EHP hari ini,” ujarnya.

Menurutya, masih banyak tantangan dalam pengembangan inovasi hijau di dalam negeri, salah satunya yaitu terkait kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah yang dinilai masih lamban.

“Pemerintah sangat berperan dalam inovasi hijau melalui tiga aspek yaitu, regulasi, interfensi, dan integrasi. Pemerintah tidak secepat sektor swasta dalam penetapan regulasi, itu tidak mudah (mengubah regulasi). Kalau kita lihat UU terkait bisnis keberlanjutan sudah banyak yang harus direvisi dan diperbaharui,” ungkap Bayu.

Dirinya berharap ke depan akan semakin banyak regulasi yang mendukung pengembangan industri hijau di Tanah Air. “Indonesia masih sangat menjanjikan dan saya optimis Indonesia akan semakin hijau kedepannya,” harapnya.

Diskusi tersebut menyimpulkan bahwa keberhasilan inovasi tidak semata diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari sejauh mana dampak sosial dan lingkungan yang dihasilkan.

Melalui forum ini, Eagle High Plantations mengajak seluruh pelaku industri kelapa sawit untuk memperkuat kolaborasi riset, inovasi, dan peran generasi muda dalam menghadirkan inovasi hijau dari Indonesia untuk dunia. Langkah ini diharapkan menjadi tonggak keberlanjutan yang dapat diteruskan lintas generasi.

UN Global Compact Leaders Summit 2025

PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), melalui anak usahanya PT Singaland Asetama (SGA), mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih peringkat pertama pada saat sesi SDG Innovation Pitch Showcase: Solutions for Sustainable Business dalam rangkaian agenda UN Global Compact Leaders Summit 2025. 

Sebagai wakil Indonesia, BWPT berhasil tampil sebagai juara dan membawa nama bangsa di panggung internasional.

Penghargaan diberikan atas inovasi “Green Carbon Black: Rewind – Recycling Waste into Decarbonization”, yang mengolah tandan kosong kelapa sawit menjadi bio-oil sebagai bahan baku karbon hitam ramah lingkungan. Keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan perusahaan, tetapi juga kemenangan Indonesia. 

BWPT berharap capaian ini dapat menginspirasi lebih banyak perusahaan Indonesia untuk bergabung dengan UNGC, berinovasi, serta membawa nama bangsa di kancah internasional. Dengan demikian, Indonesia semakin diakui sebagai motor penting pembangunan berkelanjutan global.

“Keberlanjutan hanya dapat dicapai bila kita memberdayakan talenta muda untuk tumbuh sebagai profesional sekaligus diberi ruang berinovasi. BWPT berkomitmen pada implementasi ESG sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang,” tutup Henderi.