Presentasi Spesial “Pulang” dari Sejauh Mata Memandang Resmi Buka PIFW 2025

Oleh : Erni S | Kamis, 02 Oktober 2025 - 11:36 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Sejauh Mata Memandang (SMM), jenama tekstil yang mengusung konsep slow fashion dan skema bisnis sirkularitas, membuka rangkaian Plaza Indonesia Fashion Week (PIFW) 2025 dengan sebuah presentasi spesial berupa film pendek bertajuk “Pulang”. Penayangan terbatas ini berlangsung pada Minggu, 28 September 2025 di Studio 1, Cinema XXI Plaza Indonesia, Level 6, Jakarta.

Film pendek “Pulang” adalah hasil kerja sama Sejauh Mata Memandang dengan rumah produksi Lynx Films, ditulis dan disutradarai oleh Kathleen Malay, dibintangi oleh aktris muda berbakat Widuri Puteri, serta melibatkan penulis dan musisi Reda Gaudiamo sebagai pencerita. Film ini bercerita tentang perjalanan kembali, bukan sekadar pulang ke rumah, melainkan ke asal: tanah, tubuh, dan ingatan. “Pulang” bergerak melalui enam lapisan cerita panggilan untuk kembali, ingatan yang tak hilang, luka akibat eksploitasi alam, peran perempuan yang menopang kehidupan, hingga harapan lewat tindakan merawat dan memberi kembali.

“Lewat film pendek Pulang, kami ingin mengajak penonton melihat ulang hubungan kita dengan alam, dan pentingnya kembali pulang untuk merawat dan menjaga bumi dengan tindakan nyata. Selama ini kita banyak mengambil dan mengeksploitasi alam dan sering lupa bahwa bumi itu punya batas. Melalui film pendek ini, kami juga ingin mengingatkan, bahwa tindakan kita, sekecil apapun, selalu berarti dan memberi dampak,” ujar Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang sekaligus Eksekutif Produser film “Pulang”.

Pulang: Doa, Harapan, dan Cerita dari Akar 

Chitra menambahkan bahwa inspirasi “Pulang” lahir dari keresahan terhadap banyaknya berita dan kenyataan sehari-hari yang berhubungan dengan krisis lingkungan. “Kadang kita merasa tersesat oleh pikiran sendiri, oleh hiruk pikuk sekitar. Pulang bukan selalu berarti sesuatu yang indah atau nyaman, tapi ia penting. Pulang berarti kembali ke akar, ke hal-hal sederhana yang sejak dulu sudah ada. Seperti daun sebagai pembungkus, jamur sebagai obat, proses alami yang membuat hidup lebih damai,” jelasnya.

Salah satu momen paling berkesan adalah saat tim berkunjung ke Pekalongan, di mana keindahan mangrove justru bersebelahan dengan tumpukan sampah. “Itu dramatis sekali, dan menjadi pengingat bahwa masalah sampah bukan hanya di Pekalongan, tapi juga di seluruh Indonesia bahkan dunia. Kita sering berharap orang lain yang bergerak, padahal solusi bisa dimulai dari diri kita sendiri, lewat cara kita berkonsumsi dan bersikap,” tambah Chitra.

Warna Pink dari Secang: Simbol Perjuangan 

Dalam film “Pulang”, Widuri Puteri mengenakan gaun merah jambu bermotif “Ombak Laut” dari koleksi spesial Sejauh Mata Memandang bertajuk “Puspa”. Gaun tersebut diwarnai dengan kayu secang (Biancaea sappan) melalui teknik celup tangan (hand-dye) dengan biji kemiri sebagai mordan (pengikat warna).

Menariknya, warna merah jambu ini awalnya tidak direncanakan. Saat Kathleen Malay merancang adegan film, ia membayangkan suasana kelam di antara pabrik dan sampah, lalu muncul ide menghadirkan warna kuat sebagai simbol harapan. Dari diskusi dengan mitra di Pekalongan, lahirlah rona merah jambu yang variatif—dari muda hingga tua tergantung serapan pada serat kain.

“Warna pink ini akhirnya terasa sangat pas. Ia jadi simbol perjuangan, harapan, sekaligus pengingat bahwa dari alam kita bisa menemukan kekuatan baru,” ujar Chitra.

Menurut Zamri Mamat, Deputy Chief Marketing Officer Plaza Indonesia, “Kami percaya bahwa fesyen tidak hanya tentang pakaian, tetapi juga tentang nilai dan cerita yang kita bawa. Film pendek Pulang ini mengingatkan kita bahwa setiap langkah kecil untuk merawat bumi itu penting dan berarti. Kami bangga bisa membuka Plaza Indonesia Fashion Week 2025 dengan karya yang begitu relevan dan menyentuh.”

Sutradara Kathleen Malay menyebut “Pulang” sebagai doa. “Bagi saya, Pulang adalah doa dan harapan untuk bumi yang lebih baik, dan hanya lewat upaya kita semua lah harapan itu bisa terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Widuri Puteri mengungkapkan pengalaman emosionalnya selama terlibat. “Film pendek ini menyuarakan kegelisahan yang saya rasakan dan semakin membuka mata, bahwa krisis lingkungan itu benar-benar nyata dan tengah terjadi. Saat syuting, saya melihat banyak hal yang indah, namun juga lingkungan yang rusak. Saya jadi semakin sadar bahwa menjaga lingkungan adalah tugas semua orang, terutama generasi saya.”

Koleksi dan Kolaborasi di Plaza Indonesia 

Selain film pendek “Pulang”, Sejauh Mata Memandang menghadirkan capsule collection terbatas, hanya sekitar 10 tipe busana yang dikerjakan bersama mitra pengrajin dari Pekalongan dan Wonosobo. Semua proses dilakukan dengan pewarna alami seperti secang dan kemiri, serta melalui kerja kolaboratif yang mendukung keberlanjutan hidup para mitra.

Sebagai bagian dari rangkaian PIFW 2025, SMM juga membuka toko pop-up di The Space, Level 2, Plaza Indonesia. Di sini, koleksi kolaborasi dengan BIASA dan TULUS kembali ditampilkan, menyusul keberhasilan kolaborasi sebelumnya di Plaza Indonesia Men’s Fashion Week 2024. Koleksi ini tersedia secara eksklusif mulai 28 September 2025 di Plaza Indonesia.