Dompet Dhuafa Luncurkan Program Sedekah Pohon Produktif di Ponpes Al Ihsan Banten

Oleh : Candra Mata | Senin, 29 September 2025 - 20:09 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Serang, Banten – Pada Sabtu (27/9/2025), Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Bertempat di kawasan Pondok Pesantren Al Ihsan, Anyer, Serang, Banten, program bertajuk “Menanam Kebaikan, Merawat Kehidupan: Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Pesantren” resmi diluncurkan dengan agenda penanaman 150 pohon produktif bersama para santri, pengurus pesantren, relawan, dan masyarakat setempat.

Program Sedekah Pohon Produktif menyasar sekitar 258 penerima manfaat, yang terdiri dari kelompok tani, masyarakat, serta pihak pesantren. Seluruh kegiatan dilakukan di atas lahan seluas 1 hektare yang berlokasi di Kampung Sidapang, Desa Sindang Mandi, Anyer, Serang, Banten. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Dompet Dhuafa dalam mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan.

“Terima kasih kami ucapkan kepada donatur yang mendukung program ini. Kemudian terima kasih juga kepada Pondok Pesantren Al Ihsan Anyer, yang sudah merelakan lahannya menjadi sarana pemberdayaan jangka panjang bagi masyarakat di sini. Tujuan dari program Sedekah Pohon ini jauh selain pemberdayaan masyarakat adalah upaya kami mengajak masyarakat menyadari bahwa lingkungannya tidak baik-baik saja. Sehingga penting masyarakat tahu bahwa ada tanah yang kondisinya kritis dan itu dapat menjadi problem di kemudian hari. Jadi, Ketika masyarakat sudah tahu dan sadar akan menjaga lingkungan, kami ajak untuk menanam pohon yang tadi sudah terlaksana,” ujar Juperta Panji Utama, Deputi Direktur I Bidang Sosial, Dakwah, Kemanusiaan Dompet Dhuafa.

Panji juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat sebagai langkah awal untuk menciptakan gerakan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Menurutnya, penanaman pohon produktif tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi oksigen, tetapi juga memberikan hasil ekonomi jangka panjang melalui buah-buahan yang bisa dipanen.

Program ini dikelola dengan melibatkan sumber daya lokal, seperti pesantren dan masyarakat sekitar, dalam pengelolaan dan perawatan lahan. Dompet Dhuafa turut membentuk kelompok tani serta menyediakan pendampingan untuk memastikan keberlanjutan program.

“Kami sudah siapkan satu pendamping program di sini. Kemudian ilmunya kami transfer ke masyarakat,” tambah Panji.

Sambutan positif datang dari pihak pesantren dan masyarakat yang terlihat antusias dalam kegiatan gotong-royong penanaman pohon. Sebanyak 150 pohon produktif seperti durian, mangga, jambu, petai, dan lainnya ditanam bersama.

“Di pesantren ini basis utama jurusan SMK-nya adalah IT. Tapi setelah adanya program ini, kami akan kembangkan juga jurusan Agro Wisata untuk memaksimalkan pengelolaan hasil dari program ini di masa mendatang. Harapannya nanti, hasil panennya tidak boleh hanya dijual dalam bentuk mentah. Tapi kami akan kelola menjadi produk-produk tertentu dari hasil buah masing-masing pohon. Jadi setelah kita olah produknya, kami akan pasarkan ke lokasi-lokasi wisata,” jelas Ustaz Suryana Sudrajat, Pimpinan Pondok Pesantren Al Ihsan Anyer.

Lebih lanjut, Ustaz Suryana juga memastikan bahwa lahan yang digunakan untuk program ini akan dijaga dan difungsikan sebagai kebun produktif secara berkelanjutan. Pesantren berkomitmen untuk tidak mengalihfungsikan lahan menjadi bangunan atau keperluan lain.

Selain memberikan manfaat ekonomi, hasil panen buah akan diberdayakan dan dipasarkan untuk mendukung kebutuhan pesantren. Jenis pohon yang dipilih pun disesuaikan dengan kondisi tanah dan iklim di wilayah Anyer, seperti petai, kelapa kopyor, jambu kristal, hingga pisang ambon. Sistem tumpangsari juga akan diterapkan dengan menanam tanaman seperti singkong, ubi, dan kacang-kacangan di sela-sela pohon utama.

Pemilihan lokasi program bukan tanpa alasan. Daerah ini diketahui memiliki potensi bencana seperti longsor dan banjir bandang, serta berada di kawasan perbukitan dengan kondisi lahan yang gundul. Melalui program Sedekah Pohon, Dompet Dhuafa ingin menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

“Kenapa Dompet Dhuafa memilih daerah ini? Pertama, di sini merupakan wilayah yang memiliki potensi longsor dan banjir bandang. Melalui program sedekah pohon, ini menjadi bagian dari mitigasi atau pengurangan risiko bencana. Jadi selain tanamannya produktif, tentu juga mampu mengurangi risiko bencana dan menjaga alam tetap lestari,” jelas Ahmad Baihaqi, Kepala Bagian Lingkungan DMC Dompet Dhuafa.