GETI Siapkan Talenta Digital Siap Kerja Melalui Sertifikasi Digital Marketing
INDUSTRY.co.id - Jakarta — Peningkatan keterampilan digital di kalangan generasi muda dan pelaku usaha kecil menjadi prioritas dalam menghadapi transformasi ekonomi digital. Salah satu inisiatif yang aktif menjawab tantangan ini adalah program sertifikasi Digital Marketing dari GETI Incubator, yang tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga praktik langsung yang terukur dan relevan dengan dunia kerja.
“Sertifikasi ini tidak hanya teori, peserta langsung praktik membuat kampanye digital yang terukur,” ujar Rachmat Wirasena Suryo, General Manager Academic GETI Incubator, dalam sesi wawancara. Menurutnya, tantangan terbesar dalam pengembangan talenta digital di Indonesia adalah kesenjangan antara teori pembelajaran dan implementasi nyata di lapangan.
Program pelatihan yang dijalankan GETI mengadopsi kurikulum berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang dikombinasikan dengan kebutuhan industri digital terkini. Peserta tidak hanya belajar konsep dasar pemasaran digital, tetapi juga diminta untuk menyusun dan mengeksekusi kampanye nyata di berbagai platform seperti Google Ads, Instagram, TikTok, dan Meta Ads, termasuk analisis performanya.
Menurut data dari We Are Social dan Meltwater tahun 2025, Indonesia memiliki lebih dari 143 juta pengguna media sosial dengan rata-rata penggunaan lebih dari 3 jam per hari. Dari jumlah itu, 77% di antaranya menggunakan media sosial untuk mencari produk dan jasa. Fakta ini menunjukkan bahwa keterampilan mengelola kampanye digital bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan dasar bagi tenaga kerja dan pelaku UMKM.
GETI mengembangkan pendekatan belajar yang disebut TauBisaJago. Melalui pendekatan ini, peserta akan dibekali pemahaman (tau), menjalani praktik langsung (bisa), dan diarahkan untuk menguasai secara mendalam (jago) melalui program inkubasi satu bulan setelah sertifikasi. Dalam masa inkubasi ini, peserta mengerjakan proyek-proyek aktual dengan bimbingan mentor yang berasal dari pelaku industri digital.
Skema ini juga menjadi jembatan strategis antara dunia pendidikan dan dunia kerja. GETI telah bekerja sama dengan berbagai universitas dan lembaga vokasi di Indonesia untuk melaksanakan program pelatihan dan uji kompetensi.
Beberapa mitra yang telah terlibat antara lain CSEL Universitas Indonesia, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Vokasi UI, Universitas Pembangunan Nasional, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Raharja, Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang, Swiss German University, dan President University.
Sertifikat yang diperoleh peserta berasal dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang memberikan pengakuan resmi atas kompetensi seseorang berdasarkan standar nasional. Sertifikat ini juga mulai diintegrasikan sebagai bagian dari Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) di beberapa perguruan tinggi mitra GETI.
Program ini terbuka tidak hanya untuk mahasiswa, tetapi juga untuk pencari kerja, dosen, pelaku UMKM, dan bahkan staf pemerintahan yang ingin meningkatkan keterampilan digital mereka. Hingga pertengahan 2025, lebih dari 1.500 peserta telah tersertifikasi melalui GETI, dan jumlah ini diproyeksikan terus meningkat seiring dengan naiknya permintaan akan talenta digital yang siap pakai.
Rachmat menegaskan bahwa keberhasilan program ini diukur bukan hanya dari jumlah peserta tersertifikasi, tetapi dari seberapa besar peserta mampu menerapkan keterampilannya di dunia kerja atau bisnis. Ia menambahkan bahwa praktik kampanye digital yang dilakukan peserta selama pelatihan secara langsung dapat dimanfaatkan untuk portofolio profesional mereka, sehingga memperbesar peluang kerja dan kewirausahaan setelah program selesai.
Dengan pendekatan berbasis praktik dan kemitraan lintas sektor, sertifikasi Digital Marketing dari GETI menjadi salah satu model pelatihan vokasi yang menjawab kebutuhan nyata industri digital di Indonesia saat ini. Silahkan menghubungi Whatsapp GETI https://s.id/industrycoidxgeti untuk info lanjutannya.