GETI Tegaskan Semangat TauBisaJago Lewat Sertifikasi Digital Marketing

Oleh : Hariyanto | Senin, 30 Juni 2025 - 12:57 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta — Di tengah percepatan digitalisasi yang menyeruak ke semua lini bisnis, GETI Incubator menekankan pentingnya kesiapan teknis nyata bagi para peserta pelatihan Digital Marketing. Melalui filosofi belajar TauBisaJago, lembaga ini menjalin instrumen teori dan praktik hingga ke tahap profesional.

“Kami pastikan peserta bisa, bukan hanya tahu. Itulah semangat TauBisaJago di skema ini,” ungkap Rachmat Wirasena Suryo, General Manager Academic GETI Incubator, dalam wawancara khusus. Pendekatan ini bertujuan menutup jurang antara teori dan penerapan di dunia kerja digital.

Kurikulum sertifikasi dirancang tidak hanya mengajarkan konsep strategi dan tools digital seperti Meta Ads, Google Analytics, dan SEO, tetapi juga menerapkan semua itu dalam proyek nyata. Setelah peserta dinyatakan kompeten dalam uji BNSP, mereka memasuki masa inkubasi satu bulan untuk mengasah keterampilan melalui bimbingan mentor industri.

Pentingnya pendekatan ini diperkuat oleh data terbaru DataReportal dalam laporan “Digital 2025: Indonesia”, yang mencatat ada 143 juta identitas pengguna media sosial, setara dengan 50,2% populasi Indonesia per Januari 2025. Sebanyak 356 juta koneksi seluler aktif—mewakili penetrasi 125% penduduk—menunjukkan tingginya akses digital di masyarakat.

Adopsi pendekatan praktik langsung bukan sekadar metode, tetapi juga respon terhadap tuntutan dunia industri. LinkedIn melaporkan bahwa profesi Digital Marketing Specialist menjadi salah satu dari sepuluh posisi paling banyak dicari secara global, menegaskan tingginya permintaan terhadap keahlian ini pada tahun 2025 .

Kolaborasi GETI dengan institusi pendidikan ternama turut memperkuat ekosistem pelatihan. Beberapa mitra lembaga yang dilibatkan adalah CSEL dan Vokasi UI, Fakultas Pertanian UGM, UPN, UPI, Universitas Raharja, UNIS Tangerang, Swiss German University, dan President University. Melalui kemitraan ini, sertifikat BNSP juga dapat dimasukkan ke dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), yang semakin meningkatkan nilai tambah bagi lulusan.

Meski sebagian besar peserta adalah mahasiswa dan akademisi, program ini terbuka untuk siapa saja: pencari kerja, pelaku UMKM, hingga profesional yang ingin menguatkan jejak mereka di dunia digital. Hingga pertengahan 2025, lebih dari 1.500 peserta telah mendapatkan sertifikasi. GETI menargetkan total 5.000 SDM kompeten di bidang digital marketing hingga akhir tahun.

Fase inkubasi menjadi pembeda utama skema ini. Alih-alih mengakhiri pembelajaran setelah sertifikasi, peserta didorong untuk menerapkan semua pembelajaran di proyek nyata. Dukungan mentor dari dunia industri membuat peserta mampu membangun portofolio yang kuat, sekaligus memberi dampak nyata terhadap kemampuan adaptasi di lingkungan kerja digital.

Pendekatan “TauBisaJago” yang dimaknai sebagai rangkaian belajar dari teori, praktik langsung, hingga profesional siap kerja, menunjukkan nilai strategis dalam merespons transformasi digital. Di era di mana social media tak hanya sebagai media komunikasi tetapi kanal utama penjualan dan branding, GETI tampil sebagai solusi vokasional yang relevan bagi Indonesia 2025. Silahkan menghubungi Whatsapp GETI https://s.id/industrycoidxgeti untuk info lanjutannya.