GETI Siapkan Eksportir Muda Lewat Sertifikasi Ekspor Digital

Oleh : Hariyanto | Minggu, 29 Juni 2025 - 14:22 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta — Di tengah terbukanya akses global berkat digitalisasi perdagangan, Indonesia masih menghadapi tantangan rendahnya kontribusi UMKM terhadap total ekspor nasional.

Banyak pelaku usaha kecil menengah belum memiliki keberanian dan pengetahuan yang cukup untuk mengekspor produk mereka ke luar negeri. Untuk mengatasi hal tersebut, GETI Incubator hadir dengan solusi berbasis pelatihan dan sertifikasi ekspor digital berbasis platform global.

“Kami ingin lahirkan eksportir muda yang tak hanya tahu, tapi berani kirim barang ke luar negeri,” ujar Rachmat Wirasena Suryo, General Manager Academic GETI Incubator.

Menurutnya, banyak anak muda dan pelaku UMKM sebenarnya sudah memiliki produk berkualitas, namun masih ragu untuk melangkah ke pasar internasional karena merasa ekspor itu rumit dan menakutkan. Melalui Skema Sertifikasi Ekspor Digital Berbasis Platform yang berlisensi BNSP, GETI membekali peserta dengan keterampilan praktis ekspor menggunakan platform global seperti Alibaba.com, GoForWorld, dan Etsy. 

Peserta tidak hanya belajar teori perdagangan luar negeri, tetapi langsung membuka akun, membuat listing produk, menyusun dokumen ekspor, serta mencoba menjalin komunikasi dengan calon pembeli internasional.

Menurut data Kementerian Perdagangan RI tahun 2025, ekspor UMKM Indonesia masih stagnan di kisaran 15–16% dari total ekspor nasional, jauh tertinggal dibandingkan Thailand (29%) dan Vietnam (32%). Hal ini mencerminkan masih besarnya potensi yang belum digarap secara serius, terutama oleh pelaku UMKM dan generasi muda.

GETI mencoba menjawab tantangan ini melalui pendekatan khas TauBisaJago. Di tahap awal (tau), peserta memahami alur dan regulasi ekspor. Pada tahap berikutnya (bisa), mereka membuat akun ekspor, mempersiapkan dokumen, dan melakukan simulasi pengiriman. Terakhir, di tahap (jago), peserta mengikuti inkubasi selama satu bulan untuk menjalankan proyek ekspor nyata, baik mandiri maupun kolaborasi dengan UMKM lainnya, didampingi mentor dan praktisi ekspor aktif.

Program ini juga dijalankan dalam kemitraan dengan sejumlah kampus, seperti Universitas Gadjah Mada, Swiss German University, Universitas Raharja, dan UPN. Mahasiswa dari jurusan bisnis, agribisnis, dan manajemen logistik menjadi bagian dari peserta pelatihan ini, dengan banyak di antaranya sudah berhasil onboarding ke platform ekspor seperti Alibaba dan TikTok Global Seller.

Peserta program berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pemilik bisnis kopi dan kerajinan, pelaku agroindustri, hingga alumni SMK dan mahasiswa wirausaha. Hingga pertengahan 2025, lebih dari 800 peserta telah lulus sertifikasi ekspor digital dari GETI, dan lebih dari 200 di antaranya telah mengirim sampel produk ke buyer luar negeri, terutama ke negara-negara Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa Timur.

Rachmat menambahkan bahwa pendekatan GETI tidak hanya mencetak eksportir teknis, tetapi juga membangun mentalitas global pada anak muda. “Kami ingin anak-anak muda Indonesia berani menjawab email dari buyer India, negosiasi dengan buyer Dubai, dan kirim produk unggul kita tanpa rasa takut,” tuturnya.

Dengan penggabungan keterampilan ekspor, kemampuan digital, dan pendampingan pasca-sertifikasi, program ini membuka jalan baru bagi ribuan eksportir muda Indonesia yang ingin menembus pasar dunia, dari mana pun mereka berasal. Silahkan menghubungi Whatsapp GETI https://s.id/industrycoidxgeti untuk info lanjutannya.