Siswadhi Pranoto Loe: SDM dan Teknologi Harus Berjalan Berdampingan dalam Industri Logistik

Oleh : Hariyanto | Minggu, 22 Juni 2025 - 12:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Transformasi digital dalam industri logistik tidak bisa hanya dilihat dari sisi teknologinya saja. Menurut pakar logistik dan digitalisasi industri, Siswadhi Pranoto Loe, keberhasilan perubahan justru ditentukan oleh bagaimana manusia dan teknologi bisa berjalan berdampingan secara strategis.

“Transformasi industri logistik bukan sekadar soal mesin otomatis, tapi soal memberdayakan manusia agar bisa bekerja berdampingan dengan teknologi secara optimal,” ujarnya dalam wawancara langsung bersama tim redaksi.

Siswadhi menjelaskan bahwa sebagian besar adopsi teknologi di sektor logistik gagal menunjukkan dampak nyata karena perusahaan terlalu fokus pada infrastruktur tanpa memperhatikan kesiapan SDM-nya. Banyak sistem baru diterapkan, namun operator dan manajer tidak diberikan pelatihan atau pemahaman menyeluruh.

“Teknologi itu akselerator, bukan pengganti manusia. Justru manusia yang mengontrol arah pemanfaatannya. Maka, ketika teknologi masuk, tenaga kerja juga harus dibina agar bisa menjalankan perannya secara strategis,” tambahnya.

Ia menyoroti kondisi di lapangan, di mana masih banyak pekerja logistik yang belum terbiasa menggunakan teknologi sederhana seperti barcode scanner, sistem manajemen gudang digital, atau dashboard pengiriman berbasis cloud. Hal ini membuat integrasi teknologi berjalan lambat, bahkan menimbulkan resistensi.

Menurut Siswadhi, ada tiga langkah kunci yang harus dilakukan: pertama, pelatihan teknis bagi seluruh level karyawan; kedua, pendekatan komunikasi yang melibatkan SDM dalam proses digitalisasi sejak awal; dan ketiga, sistem insentif bagi mereka yang berhasil beradaptasi dengan teknologi baru.

“Jika tenaga kerjanya merasa dilibatkan dan dihargai, mereka akan jadi agen perubahan. Tapi jika hanya disuruh mengikuti, mereka cenderung menolak dan akhirnya teknologi tidak berjalan maksimal,” katanya.

Ia menambahkan bahwa perusahaan yang sukses menggabungkan kekuatan manusia dan teknologi akan unggul dalam hal kecepatan, akurasi, dan efisiensi layanan logistik. “Inilah yang membedakan pemain besar di industri. Mereka membangun budaya digital, bukan sekadar sistem digital,” tegas Siswadhi Pranoto Loe.