Tawarkan ROI Hingga 12% per Tahun, Murino Group Hadirkan Villa & Apartemen Mewah Berkonsep Wellness di Canggu, Bali
INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pasar properti di Bali tengah mengalami lonjakan yang mengesankan. Sejak pandemi Covid-19 berakhir, investasi asing ke Pulau Dewata meningkat pesat. Tercatat, minat investor asing melonjak hingga 85%, dengan total suntikan modal mencapai USD 764 juta.
Menariknya, sebagian besar investasi tersebut mengalir ke pembangunan vila-vila premium. Saat ini, mayoritas inventori proyek hunian eksklusif di Bali dikuasai oleh pengembangan asing.
Namun, di balik angka pertumbuhan yang menggembirakan tersebut, terdapat celah besar yang belum terisi yaitu tingginya minat dari investor lokal yang masih kesulitan menemukan opsi terpercaya dan berkualitas dari developer Indonesia.
Saat ini, banyak investor domestik, meskipun tertarik dengan desain dan kualitas proyek asing, namun mereka tetap meragukan legalitas, struktur kepemilikan, serta dukungan layanan purna jual.
“Saat ini, minim pilihan untuk investor lokal yang mau berinvestasi di Bali. Saya sendiri sebagai seorang investor, beberapa kali sempat melirik properti premium yang dikembangkan oleh developer asing, namun tidak banyak yang menawarkan kepemilikan freehold atau SHM, dan ada keraguan apakah pengembang asing ini cukup berkomitmen secara jangka panjang untuk menjaga kelangsungan investasi properti saya,” kata CEO Murino Group, Efrat Tio melalui keterangan resminya di Jakarta (17/6).
Menurutnya, hal tersebut yang mendasari hadirnya Murino dalam pasar properti Butik di Bali. Murino Group secara resmi memproklamirkan diri sebagai pengembang properti eksklusif di Bali, dengan pendekatan butik development, proyek berskala terbatas. Desain yang dikurasi, dan positioning gaya hidup yang jelas.
Adapun, fokus utama Murino Group yaitu menciptakan properti yang bukan hanya indah dan ikonik, tetapi juga dapat dimiliki sepenuhnya oleh WNI dengan status freehold (SHM). Dengan jaringan lokal yang kuat dan efisiensi operasional, Murino mampu menekan harga tanpa mengorbankan kualitas.
Murino juga melibatkan arsitek, kontraktor, dan konsultan dalam negeri. Upaya ini membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing secara estetika dan teknis dengan proyek-proyek berstandar internasional.
Proyek The Ease Canggu
Sebagai langkah awal, Murino Group memperkenalkan The Ease Canggu, sebuah proyek lifestyle investment berkonsep wellness hospitality yang dirancang untuk generasi investor modern.
Berlokasi strategis di Jalan Pantai Batu Mejan, Canggu, dan hanya berjarak 9 menit berjalan kaki dari pantai, proyek ini menawarkan kombinasi fungsi ganda sebagai tempat tinggal sekaligus aset investasi dengan potensi sewa optimal.
The Ease akan merangkum 25 vila dan 24 unit apartemen eksklusif, yang seluruhnya akan dikelola secara profesional sebagai boutique hotel full-service berstandar bintang 5. Skema ini memungkinkan fleksibilitas penuh bagi pemilik, baik untuk digunakan secara pribadi tanpa Batasan, maupun jika disewakan tanpa repot.
The Ease menghadirkan pengalaman hidup yang selaras dengan alam. Kompleks ini dikelilingi oleh hutan eucalyptus ikonik yang tidak hanya memberi karakter estetis yang kuat, tetapi juga berfungsi alami sebagai penolak nyamuk, penyaring udara, dan peredam suara, sehingga menciptakan atmosfer yang lebih tenang, sehat dan menyegarkan.
Dalam proyek eksklusif ini, Murino meghadirkan konsep wellness yang diwujudkan secara menyeluruh melalui integrasi desain dan teknologi yang dikurasi untuk memberikan manfaat kesehatan bagi penghuni antara lain; Desain pencahayaan Bioliphic, Sistem penyaringan air terpusat, Koneksi ruang dalam dan luar yang maksimal, Ruang terbuka hijau dengan konsep hutan eucalyptus, serta Fasilitas pusat kebugaran yang lengkap.
Selain itu, setiap aspek The Ease dirancang dengan prinsip wellness living, yang menggabungkan arsitektur, fasilitas, dan lingkungan dalam satu ekosistem terpadu yang mendukung keseimbangan fisik, mental, dan sosial melalui relaksasi, rekreasi, dan interaksi antr individu.
Adapun, villa di The Ease dipasarkan mulai dari Rp10 miliar hingga Rp18 miliar, dan untuk apartemen ditawarkan mulai dari Rp 3 – 6 miliar.
Proyek eksklusif ini akan resmi diluncurkan ke publik pada Agustus 2025, dan saat ini telah memasuki tahap pembangunan dengan target penyelesaian pada Desember 2026.
Investasi properti di komplek eksklusif ini diproyeksikan dapat menghasilkan return of investment atau ROI sebesar 8% - 12% per tahun, karena didukung oleh pasar sewa menyewa yang kuat di Bali.
Dengan jumlah unit yang terbatas dan potensi investasi yang cukup menggiurkan, Murino Group cukup optimis proyek ini akan menjadi rebutan para investor lokal maupun internasional.
Murino juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah bank nasional terutama untuk menghadirkan skema pembiayaan KPR dan opsi pembayaran flesksibel, menjadikan investasi properti di Bali kini lebih terjangkau dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia.