Penjualan Lahan Industri Jababeka (KIJA) Capai Rp 1,1 Triliun di Kuartal I-2025

Oleh : Candra Mata | Kamis, 22 Mei 2025 - 11:20 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY co.idPT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mencatat lonjakan penjualan lahan industri secara signifikan pada kuartal I-2025, baik di kawasan Cikarang maupun di kawasan industri andalan terbarunya yakni KEK Kendal. Adapun total nilai penjualan dari kedua kawasan tersebut nyaris mencapai Rp 1,1 triliun.

"Penjualan lahan di Cikarang mencapai Rp 333,48 miliar, melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 140,40 miliar. Lalu penjualan di Kendal naik menjadi Rp 760,49 miliar dari sebelumnya Rp 364,06 miliar pada kuartal I-2024," jelas Corporate Secretary Jababeka, Muljadi Suganda pada Kamis, (22/5/2025).

Menurutnya, peningkatan ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap kawasan industri milik KIJA, terutama di Kendal.

Selain itu, penjualan bangunan industri di Cikarang turut menyumbang Rp 32,33 miliar dalam periode yang sama. 

Adapun total lahan yang terjual hingga akhir Maret 2025 mencapai 49,72 hektare, terdiri dari 7,95 hektare di Cikarang dan 43,38 hektare di Kendal.

Angka ini menurut Muljadi meningkat tajam dibandingkan tahun lalu, terutama di Kendal yang sebelumnya hanya mencatat penjualan 23,67 hektare.

Adapun sektor industri yang paling banyak menyerap lahan di Kendal berasal dari segmen manufaktur ringan seperti furnitur, tekstil, barang rumah tangga, dan bahan konstruksi.

"Investor kebanyakan berasal dari perusahaan asal China dan India," beber Muljadi.

 

 

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →