Kemenperin Susun Strategi untuk Kuasai Pasar Serta Tanggapi Tren Industri Furnitur Global

Oleh : Hariyanto | Jumat, 07 Maret 2025 - 11:36 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dalam upaya penguasaan pasar serta menanggapi tren industri furnitur global, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyusun berbagai strategi yang berfokus pada fasilitasi ketersediaan bahan baku dengan berkoordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait untuk memperbaiki rantai pasok bahan baku industri furnitur melalui fasilitasi Pusat Logistik Bahan Baku Industri Furnitur.

Kemudian, Kemenperin berfokus pada fasilitasi ketersediaan SDM terampil dengan mendirikan Politeknik Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal, fasilitasi peningkatan pasar dan penguatan riset referensi pasar dengan mengikutsertakan pelaku industri dalam pameran furnitur internasional. 

Selain itu, Kemenperin juga fokus pada fasilitasi peningkatan produktivitas, kapasitas, dan kualitas produk, serta fasilitasi iklim usaha kondusif dan peningkatan investasi.

Selain kebijakan-kebijakan tersebut, pemerintah terus berupaya untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pelaku industri furnitur, antara lain melalui pemberian fasilitas insentif perpajakan (tax allowance, tax holiday, super deduction tax), preferensi tarif, ketentuan larangan dan pembatasan (lartas), serta kemudahan prosedur ekspor produk jadi dan impor bahan baku.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dalam pembukaan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2025, mengatakan seluruh pelaku industri furnitur harus mampu terus berinovasi dalam hal desain furnitur, menggunakan bahan baku dan bahan penolong ramah lingkungan, menerapkan teknologi yang lebih efisien, menerapkan konsep circular economy, sehingga dapat menghasilkan produk furnitur yang inovatif, berbasis eco-design, dan marketable.

“Dengan upaya maksimal dari seluruh pelaku industri dan dukungan dari stakeholders terkait, saya optimis kita akan bisa meningkatkan produktivitas industri furnitur, meningkatkan ekspor dan memenuhi kebutuhan pasar di dalam maupun luar negeri,” tegas Wamenperin Faisol di Jakarta, Kamis (6/3/2025)