Yang Muda Yang Punya Rumah, karena Waktu Tidak Bisa Diputar Kembali

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 13 Februari 2025 - 22:28 WIB · 7 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta- Pernahkah Anda mendengar Kelomang, sejenis hewan pantai yang terkenal karena keunikan cangkangnya berwarna-warni dengan bentuk yang beragam?

Asal tahu saja, dibalik keindahan cangkang yang memikat pandangan mata itu, Kelomang sejak lahir, ternyata tidak memiliki cangkang atau rumah. Berbeda dengan saudara jauhnya bangsa siput yang memiliki cangkang sejak lahir.

Agar bisa bertahan hidup dan melindungi diri, Kelomang mencari cangkang siput atau benda apapun di sekitarnya sehingga bisa dijadikan rumah. Saat ukuran tubuhnya berubah membesar dan cangkang mulai terasa sempit, Kelomang, mulai meninggalkan cangkang lama dan mencari cangkang baru.

Pesan dari cerita kehidupan si Kelomang, ialah ‘Kelomang  Saja Butuh Rumah’ bagaimana dengan Anda? Kelomang memberikan pelajaran bahwa pentingnya perencanaan memiliki rumah sejak muda atau rumah pertama bagi pasangan muda. Karena rumah diibaratkan sebagai istana yang menjadi tempat orang kembali setelah berpergian ke berbagai tempat. Seseorang akan bahagia bila berada di rumahnya sendiri. Rumah adalah tempat tinggal yang bisa menjadi simbol kehidupan, tempat berlindung, tempat berkumpul keluarga, tempat beraktivitas, Rumah menjadi tempat untuk membangun kenangan dan identitas diri.

Memang mencari rumah kadang butuh kecermatan dan persiapan matang. Banyak faktor yang dipertimbangkan. Kitapun sering dibuat pusing karena dihadapkan dengan banyak pilihan. Itulah penting mencari tahu alasan utama Anda membeli rumah. Tentukan gaya hidup yang Anda inginkan, hitung perkiraan pengeluaran dan biaya hidup, pertimbangkan fasilitas umum yang tersedia.

Namun semuanya itu bisa terjawab bila Anda simak  pesan dari Pengamat ekonomi dan perbankan Eko B. Supriyanto. Ia membagi tips pada akun instagramnya, yang membagi kiat agar anak muda Gen Z, bisa mewujudkan impiannya,  memiliki rumah.

Eko yang juga mengutip Just duit institute, itu, menyebut  harga rumah yang terus  mendaki sementara pendapatan tidak bisa mengejar. Namun, meski berat bukan berarti tidak bisa terwujud. Perlu perencanaan yang tepat untuk bisa mewujudkan rumah impian.

Menurut Eko, ada 4 langkah penting yang harus diperhatikan sebelum membeli rumah. Pertama. Tentukan anggaran dan rencana keuangan serta buat anggaran yang jelas, seperti berapa banyak yang bisa Anda tabung setiap bulannya. Rencanakan  untuk bayar uang muka atau down payment. Kedua. Tingkatkan skor kredit jangan sampai terkena slik OJK. Hal ini penting untuk mendapatkan pinjaman rumah dengan suku bunga yang lebih rendah. Ketiga. Cari program bantuan pembelian rumah. Banyak program di pemerintah daerah dan lembaga yang menawarkan program  bantuan pembelian rumah pertama. Termasuk subsidi uang muka atau pinjamann bunga rendah. Keempat. Riset pasar dan faktor lokasi. Riset pasar properti yang di tempat yang diinginkan. Pertimbangkan faktor faktor seperti pertumbuhan nilai properti, aksebilitas, Fasilitas dan lingkungan sekitar.

Langkah dari Just duit institute ini diakui  oleh Mario-Rini pasangan muda yang tinggal di Cikarang, Jawa Barat. Mario menyampaikan pengalaman pusingnya untuk memutuskan membeli rumah. Namun karena tinggal dengan mertua dan melihat potret saudaranya yang selalu mengontrak rumah, dia bertekad membeli rumah dengan cara KPR.

Kata dia, berapa tahun lalu, dengan melonjaknya harga rumah membuat menabung untuk uang muka, bagi Mario adalah hal yang sulit. Tentunya menjadi lebih mudah untuk melakukan cicilan rumah. Tapi tantangan yang paling besar adalah mengumpulkan uang untuk uang muka.  Namun semuanya itu bisa dilalui, setelah Mario mendapat program KPR dari BTN. Artinya, kata dia, kendati gaji UMR, BTN memberikan solusi terbaik bagi Mario.

Berbagai problem yang dihadapi calon pembeli rumah khususnya kaum Z dipahami benar oleh Bank BTN. Hal ini mendorong PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menelorkan ragam jurus inovasi setiap tahunnya, khususnya bagaimana menggugah kaum milenial bisa memiliki rumah.

Seperti pada pergelaran BTN Properti Expo 2024 sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN ke-48.

BTN adalah pelopor KPR di Indonesia. Hal inilah yang mendorong BTN, untuk terus berkomitmen memberikan solusi terbaik bagi masyarakat dalam memiliki rumah layak huni.

Terbukti ragam gelaran yang dilakukan BTN, menjadi salah satu langkah strategis BTN dalam mendukung kebutuhan perumahan masyarakat di seluruh Indonesia. Terutama  wujud nyata dukungan terhadap program 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Program ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menyediakan akses perumahan yang layak, terjangkau dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai mitra terpercaya pemerintah dalam sektor perumahan, Bank BTN memang selalu bertekad untuk terus mendukung program program 3 Juta Rumah melalui berbagai inovasi dan sinergi dengan pengembang, pemerintah serta seluruh pemangku kepentingan lainnya.

Direktur Consumer BTN, Hirwandi Gafar saat membuka pameran di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Selasa (10/12/2024),  mengatakan, BTN selalu memberikan dukungan kepada pemerintah untuk perbaikan kebijakan di sektor perumahan. Baik dari sisi supply maupun demand. Dari sisi supply, BTN memberikan masukan agar pemerintah mempermudah perizinan dan perpajakan agar proyek pembangunan hunian dapat lebih masif. Sedangkan di sisi demand, BTN mendorong peningkatan permintaan terhadap rumah dengan mengusulkan perbaikan skema subsidi dan jangka waktu yang lebih panjang hingga 20 tahun.

Menurut Hirwandi Gafar, hal ini dilakukan agar lebih banyak masyarakat yang bisa menikmati kepemilikan hunian yang layak dan terjangkau. Karena di setiap HUT KPR, BTN selalu menawarkan sejumlah promo menarik sebagai bentuk apresiasi bagi  masyarakat yang akan mengajukan KPR Non-Subsidi dengan suku bunga ringan mulai dari 3,48%, promo bebas biaya-biaya seperti provisi, administrasi dan appraisal, serta diskon biaya asuransi jiwa sebesar 5%, spesial untuk rumah yang ditawarkan para pengembang selama pameran berlangsung.

Khusus untuk KPR Subsidi, terutama melalui program Tapera, masyarakat dapat menikmati tambahan subsidi biaya akad dan hadiah langsung.

“Manfaat tersebut diberikan untuk membantu masyarakat mengurangi beban biaya saat mengajukan KPR,” ujar Hirwandi.

BTN seperti yang dikatakan Hirwandi Gafar, mengharapkan, promo-promo yang diajukan, dapat mempermudah masyarakat dalam memiliki rumah dan mendukung upaya pemerataan hunian layak di seluruh Indonesia. Karena kata Hirwandi, sejak 48 tahun yang lalu, BTN telah menjadi garda terdepan dalam pembiayaan perumahan di Indonesia sebagai pelopor program KPR atas penugasan khusus dari pemerintah.

“Perjalanan tersebut tidak lepas dari kerja keras, kolaborasi, dan dukungan yang luar biasa dari seluruh mitra dan pengembang,”ujarnya.

Yang perlu digarisbawahi kata Hirwandi Gafar adalah, setiap BTN Properti Expo, BTN selalu  melibatkan ratusan pengembang terbaik dari seluruh Indonesia yang akan menghadirkan hunian layak bagi keluarga Indonesia. Hal ini menunjukan BTN selalu berperan aktif dalam mendorong para pengembang untuk memaksimalkan penjualan unit-unit yang tersedia guna mendukung Program Tiga Juta Rumah yang menjadi fokus pemerintah. Seperti yang terjadi selama lima hari penyelenggaraan BTN Properti Expo 2024 secara nasional, BTN target merealisasikan KPR sekitar Rp250 miliar. Angka ini mencerminkan optimisme BTN dalam memperkuat posisinya sebagai mitra utama masyarakat dalam pembiayaan perumahan.

Dengan sinergi bersama masyarakat dan para pengembang, BTN optimistis dapat terus memberikan kontribusi positif bagi kebangkitan ekonomi nasional melalui pembiayaan perseroan pada sektor properti di Indonesia,” tutup Hirwandi.

Kehebatan BTN pun mengundang decap kagum Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yang  mengaku kagum melihat kinerja BUMN spesialis pembiayaan perumahan yakni BTN. Apalagi telah menyalurkan KPR bagi hampir 30ribu unit rumah sejak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto

Maruarar juga mengapresiasi inovasi BTN sebagai BUMN, yang mampu menyalurkan KPR tidak hanya bagi masyarakat berpenghasilan tetap. Tetapi juga bagi kelompok pekerja informal. "Saya apresiasi BTN yang bisa memberikan KPR, contoh pemilik warung bakso bisa mendapatkan KPR, meski tidak memiliki slip gaji. Ada juga pemilik warung sayur yang bisa mendapatkan KUR, bahkan pekerja disabilitas juga bisa mendapatkan KPR," lanjut Maruarar.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan dalam 2 bulan pemerintahan Presiden Prabowo, BTN telah menyalurkan KPR untuk hampir 30 ribu unit rumah. Menurut Nixon, BTN berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor perumahan, sehingga 8% pertumbuhan ekonomi dan 0% poverty dapat terwujud.

“Sebagai bank penyalur KPR sejak 1976 hingga kini, BTN telah menyalurkan KPR lebih dari 5,2 juta unit yang tersebar secara nasional, baik melalui pembiayaan perumahan subsidi, non subsidi maupun pembiayaan perumahan syariah.

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →