Lima Mahasiswa ITS Ciptakan Mesin Pemurnian Garam

Oleh : Hariyanto | Rabu, 09 Agustus 2017 - 12:02 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id , Jakarta - Lima mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan mesin untuk memurnikan garam krosok (kasar) menjadi garam industri.

Dikutip dari keterangan resmi Humas ITS, Rabu (9/8/2017), alat yang diciptakan Nur Imam Ahmadi dan bersama Syamsul Rizal, Annisa Widowati, Alam Firmansyah, dan Rachmat Sandryan itu mampu memurnikan garam secara otomatis.

Nur mengatakan tingkat kemurnian garam krosok masih rendah dan banyak mengandung zat yang mengotori garam sehingga belum bisa dijadikan sebagai garam industri.

"Alat ini menghasilkan garam dengan persentase zat pengotor hanya 0,06 persen," ujar Nur.

Pemurnian garam berlangsung selama dua sampai tiga jam dengan kapasitas mesin 3 kilogram.

Untuk prosesnya, awalnya garam dimasukkan tabung, kemudian dicampur air lalu diberi zat kimia NaOH, Na2CO3, dan PAC. Tiga zat kimia tersebut akan mengikat kotoran.

Hasilnya adalah garam bersih berada di atas sedangkan zat mengotori akan mengendap di bawah. Larutan garam bersih lalu disaring di tabung lain. Setelah dipanaskan, kristal garam dapur akan terbentuk.

"Bila ini terus dikembangkan, maka hasil inovasi ini bisa bermanfaat bagi petani dan pemerintah tentunya," kata Nur.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →