Semester I-2017, WIKA Raih Kontrak Baru Sebesar Rp20 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 09 Agustus 2017 - 09:56 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Perolehan kontrak baru PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sepanjang Januari-Juni 2017 tercatat sebesar Rp20,86 triliun. Itu sudah mencapai sekitar 48% dari target kontrak baru perseroan tahun ini sebesar Rp43,46 triliun. Jika dibandingkan per Juni 2016 sebesar Rp12 triliun, maka realisasi kontrak baru WIKA per Juni 2017 tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 74%.

Kontrak baru tersebut terdiri dari kontrak baru di sektor infrastruktur dan gedung sebesar Rp12,9 triliun, sektor energi dan industrial plant senilai Rp4,9 triliun, sektor industri Rp2,4 triliun dan sektor properti sebesar Rp690 miliar.

“Dari komposisi kepemililikan, sekitar 61,05% dari total perolehan kontrak baru tersebut bersal dari sektor swasta, sekitar 27,46% dari BUMN dan sisanya 11,49% dari pemeirintah,” ujar Bintang Perbowo, Direktur Utama WIKA dalam paparan publik marathon di gedung Bursa Efek Indonesia (BE), Selasa (08/08/2017).

Bintang yakin bahwa tren kenaikan masih akan berlanjut hingga akhir 2017 ini. Bisnis perseroan saat ini sudah sesuai dengan rencana yang ditetapkan sebelumnya dan berpotensi untuk terus mengalami pertumbuhan.

Selain proyek-proyek di dalam negeri, demikian Bintang, WIKA saat ini juga memperoleh kontrak untuk pekerjaan pembangunan proyek Bateen Al Samar Residential Complex Dubai di Uni Emirat Arab. “Hal itu dilakukan WIKA dengan mengirim 50 tenaga kerja konstruksi terdidik tahap pertama ke Dubai pada Jumat (04/08/2017) lalu,” tutur Bintang.

Bintang menuturkan, pengiriman tenaga kerja konstruksi terdidik tersebut sejalan dengan kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum Dubai kepada National Gulf Construction yang menggandeng WIKA sebagai rekan kerja untuk membangun perumahan milik pemerintah di Dubai.

“Pengerjaan proyek Bateen Al Samar Residential Complex Dubai ini diperkirakan bakal berlangsung selama 15 bulan kalender kerja dengan bidang pekerjaan meliputi tanah, struktur, arsitek, mechanical electrical plumbing (MEP), paving & parking, landscaping, serta infrastruktur,” papar Bintang.

Selain itu, Bintang juga mengungkapkan, pembangunan Simpang Susun Semanggi hingga pekan pertama Agustus 2017 telah mencapai 98% dan kini tinggal menyelesaikan pekerjaan drainase dan pengembalian ke kondisi awal.

“Simpang Susun Semanggi ini akan siap dioperasikan pada 17 Agustus 2017 mendatang. Sejak 28 Juli 2017, Djarot Syaiful Hidayat, Gubernur DKI Jakarta, secara resmi telah membuka uji coba open traffic di Simpang Susun Semanggi tersebut yang bakal berlangsung hingga 10 Agustus 2017,” pungkas Bintang. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →