Per September 2016, Laba Bank Negara Indonesia Tumbuh 28,7%

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 20 Desember 2016 - 20:35 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat laba bersih Rp7,72 triliun pada triwulan ketiga 2016, atau tumbuh 28,7% dibanding periode yang sama pada 2015. Itu didukung oleh kenaikan pendapatan non-bunga sekitar 20% menjadi Rp6,24 triliun per September 2016 dibanding Rp5,19 triliun pada triwulan ketiga 2015.
 
Dalam keterangan tertulis, Adi Sulistyowati, Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transaksional Perbankan BNI, mengemukakan, untuk mendorong peningkatan pendapatan non-bunga tersebut, BNI pada tahun ini telah melakukan kerjasama pengelolaan jasa layanan perbankan dengan 60 BUMN, antara lain Pelindo I, II, dan Pelindo III, termasuk PT Angkasa Pura (Persero).
 
Adi mengungkapkan, seluruh kerjasama itu dilakukan dalam basis layanan yang sama, tetapi nanti akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing BUMN. “Contohnya, kami menyiapkan program Supply Chain Financing untuk Pelindo III. Kami harap program tersebut sudah dapat diterapkan pada awal 2017 mendatang,” tulis Adi Sulistyowati.
 
Disamping itu, demikian Adi, manajemen BNI juga akan mengembangkan payment gateway untuk melayani seluruh transaksi keuangan di pelabuhan, mencakup penyediaan layanan penyaluran gaji bagi karyawan Pelindo I, II dan III yang dilaksanakan secara tepat waktu, efektif dan efisien. “Melalui kerjasama tersebut, kami yakin mampu mendorong peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK), penyaluran kredit maupun pendapatan non-bunga kedepan,” imbuhnya. (abr)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →