Perpusnas Adopsi Artificial Intelligence Untuk Tingkatkan Layanan Perpustakaan

Oleh : Nina Karlita | Rabu, 07 Agustus 2024 - 01:17 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Perpustakaan menghadapi tantangan untuk menyediakan akses terhadap konten yang positif. Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) Joko Santoso mengatakan tantangan ini muncul di tengah kondisi Indonesia sebagai negara dengan tingkat penetrasi internet yang tinggi.

“Maka arah pengembangan perpustakaan ke depannya adalah adopsi teknologi informasi terkini dalam pengembangan layanan perpustakaan,” jelasnya dalam Pembukaan Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-15 yang diselenggarakan di Bandar Lampung, Lampung, pada Selasa (6/8/2024).

Pada tahun ini, KPDI mengusung tema "Artificial Intellegence dalam Perpustakaan Digital". Artificial intellegence atau kecerdasan buatan dapat menjadi instrumen peningkatan kualitas layanan perpustakaan. 

Kecerdasan buatan akan mendorong terciptanya ekosistem informasi yang lebih baik serta dapat memberikan kontribusi berkelanjutan dalam pembangunan masyarakat berbasis pengetahuan.

Perpusnas sebagai pembina perpustakaan di Indonesia mengarahkan agar para pengelola perpustakaan mulai melakukan penguatan sarana prasarana teknologi informasi. Termasuk adopsi kecerdasan buatan.

Dia menambahkan, penyelenggaraan KPDI kali ini merupakan kolaborasi berbagai pihak untuk menghadirkan pembahasan ilmiah yang dapat memberikan wawasan dalam pemanfaatan kecerdasan buatan bagi para pengelola perpustakaan di Indonesia.

Ketua Forum Perpustakaan Digital Indonesia Jonner Hasugian menyebut pada penyelenggaraan KPDI tahun ini, sebanyak 110 judul makalah berhasil dihimpun penyelenggara. Tahun ini menjadi tahun terbanyak dari sisi kontribusi penulisan makalah dalam penyelenggaraan KPDI.

Jonner mengapresiasi kerja keras seluruh pihak dalam penyelenggaraan KPDI setiap tahunnya sehingga dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung terwujudnya ekosistem perpustakaan digital di Indonesia yang terus berkembang.

“Forum Perpustakaan Digital Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Kepala Perpusnas dan jajarannya sebagai pembina perpustakaan di Indonesia yang telah memberi dukungan terhadap penyelenggaraan KPDI mulai dari KPDI ke-1 sampai dengan KPDI ke-15 sekarang ini, dan kiranya dukungan ini akan tetap berlanjut untuk penyelenggaraan KPDI di masa mendatang,” imbuhnya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Intizam menyambut baik penyelenggaraan KPDI ke-15 di Provinsi Lampung. Dirinya berharap penyelenggaraan KPDI akan membawa dampak pengembangan perpustakaan digital di wilayahnya.

“Kehadiran perpustakaan digital memiliki peran yang sangat vital dalam era digitalisasi saat ini. Dengan adanya perpustakaan digital masyarakat bisa mengakses berbagai macam informasi. Oleh karena itu, perpustakaan digital tidak hanya menjadi sumber informasi tetapi berperan dalam membangun budaya literasi yang kuat,” terangnya.

Namun Intizam menyoroti tantangan baru dalam implementasi kecerdasan buatan dalam penguatan perpustakaan digital. 
“Penting bagi kita untuk memastikan teknologi digunakan secara etis dan bijaksana, menjaga privasi data, serta memastikan bahwa semua lapisan masyarakat mendapatkan manfaat yang merata dari kemajuan teknologi ini,” pungkasnya.

Nina Karlita

Redaksi

Nina Karlita adalah seorang jurnalis, penulis, dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia bergabung di Majalah Industry sejak tahun 2014. - Jurnalis Ekonomi dan Bisnis: tercatat sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis aktif di media nasional Industry.co.id. - Tulisan-tulisannya banyak mengulas seputar perkembangan ekonomi, literasi, korporasi - Pernah menjadi Ketua Komunitas FoWarLife: Nina Karlita mengemban amanah sebagai Ketua FoWarLife (Forum Wartawan Lifestyle). Melalui organisasi ini, ia sering menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatannya yang menonjol adalah program Cooking Class for Business yang menggandeng perusahaan finansial teknologi untuk melatih puluhan wanita agar cakap dalam merintis usaha kuliner skala mikro.

Lihat semua artikel →