Pendapatan Jababeka Tumbuh 19% pada Semester-I 2017

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 03 Agustus 2017 - 15:03 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pendapatan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) tumbuh 19% menjadi Rp1,62 triliun sepanjang Januari-Juni 2017 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp1,36 triliun.

Muljadi Suganda, Corporate Secretary KIJA, dalam keterangan tertulis, mengungkapkan, pertumbuhan pendapatan tersebut ditopang oleh bisnis pengembangan lahan properti dan bisnis infrastruktur yang masing-masing meningkat 20% dan 19%.

“Pendapatan perseroan dari bisnis pengembangan lahan properti berasal dari penjualan Kendal Industrial Park yang mencapai Rp246,8 miliar pada semester pertama 2017 dibandingkan sebesar Rp29,4 miliar di periode yang sama pada 2016,” tulis Muljadi.

Muljadi menjelaskan, sekitar 60% dari pendapatan perseroan pada paruh pertama tahun ini berasal dari pendapatan berulang (recurring income), yaitu dari bisnis infrastruktur perseroan (pembangkit listrik, pelabuhan kering, dan penyediaan serta pengelolaan air bersih dan limbah).

Sementara itu, demikian Muljadi, pendapatan perseroan yang berasal dari bisnis pembangkit listrik naik 23% menjadi Rp765 miliar per Juni 2017 dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar Rp619,9 miliar. Pertumbuhan yang cukup kuat tersebut karena pembangkit listrik perseroan beroperasi dengan kapasitas penuh sepanjang semester pertama tahun ini.

Kendati demikian, menurut Muljadi, laba bersih perseroan pada semester pertama tahun ini tergerus 32% menjadi Rp218,9 miliar dibaandingkan pada periode yang sama pada 2016. Hal itu disebabkan oleh penurunan laba selisih kurs. Perseroan hanya mencatat laba selisih kurs sebesar Rp28,5 miliar pada semester pertama tahun ini dibandingkan sebesar Rp158,8 miliar pada semester pertama 2016.

“Jika laba selisih kurs tidak dihitung, maka perseroan sebenarnya membukukan laba sebesar Rp190,4 miliar per Juni 2017. Itu lebih tinggi 18% dibandingkan di periode yang sama pada 2016 sebesar Rp161,9 miliar,” imbuh Muljadi. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →