GP Jamu dan Dewan Jamu Indonesia Siap Menjamukan Kaum Millenial

Oleh : Candra Mata | Senin, 27 Mei 2024 - 19:43 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Peringatan Hari Jamu Nasional 2024 menjadi momentum untuk mengajak anak muda dari kalangan Gen Z dan milenial di Tanah Air untuk mulai tertarik minum jamu.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Jamu Indonesia (DJI) Prof Dr dr Daniel Tjen di peringatan Hari Jamu Nasional 2024 yang jatuh setiap tanggal 27 Mei yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah, Senin (27/5/2024).

"Jamu pada masa kini sudah tidak pahit lagi sehingga bisa dinikmati anak Gen Z dan anak muda milenial," urainya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Wisata MInat Khusus Kemenparekraf Itok Parikesit mengungkapkan bahwa para pelaku usaha jamu perlu bergandengan tangan dengan pengusaha kafe guna mempromosikan jamu Indonesia.

Pasalnya, menurut Itok, anak muda Gen Z suka "nongkrong" di kafe , sehingga pendekatan jamu melalui kafe perlu dilakukan.

Selain itu, pengusaha jamu juga perlu gencar memperkenalkan jamu kepada para wisatawan yang ada di berbagai destinasi wisata di Indonesia agar keberadaan jamu semakin mendunia.

Hal senada juga diutarakan oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Putri Kus Wisnu Wardani.

Ia menyampaikan bahwa jamu harus sudah menjadi salah satu alat diplomasi budaya yang digunakan Indonesia di pentas internasional.

"Memanfaatkan jamu sebagai alat diplomasi untuk memperkenalkannya kepada dunia. Kami sudah lakukan dalam acara-acara skala internasional," kata Putri Wardani.

Putri menambahkan, Indonesia memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati untuk membuat berbagai produk-produk jamu berkualitas.

Dimana produk jamu Indonesia telah dikenal luas tidak hanya menjaga kesehatan bahkan dapat membantu mengobati berbagai penyakit.

Namun demikian, Putri menyayangkan bahwa masih 20 persen tanaman berkhasiat di Indonesia tersebut yang telah dimanfaatkan sebagai ramuan obat maupun jamu.

"Padahal pada saat pandemi Covid-19, masyarakat banyak yang mengkonsumsi jamu sebagai upaya menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh," imbuh Putri.

Asal tau saja, pada Desember 2023 lalu, lembaga internasional United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) secara resmi telah menetapkan jamu sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia.

"Karenanya momentum Hari Jamu Nasional bertema "Kebangkitan Nasional Melalui 'JAMU' Berbasis Filosofi Djampi Oesodo sebagai Warisan Budaya & Spiritual Bangsa Nusantara" perlu juga terus dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai tanaman-tanaman lokal yang memiliki khasiat kesehatan," tandas Putri.

Menurut mantan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) ini, dukungan pemerintah terhadap industri dan produk jamu nasional telah diwujudkan melalui Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu.

Perpres tersebut, lanjut Putri, telah mengatur tentang pengembangan dan pemanfaatan jamu dengan menetapkan batasan istilah yang digunakan dalam pengaturannya.

Selain itu, Perpres ini juga menjadi pedoman bagi Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, dan Pemangku Kepentingan dalam Pengembangan Jamu dan Pemanfaatan Jamu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, daya saing, dan mengembangkan kemampuan sumber daya manusia dengan tetap menjaga konservasi sumber daya alam secara berkelanjutan dan lestari.

"Peraturan ini sudah memberikan kekuatan hukum, landasan yang kuat untuk pengembangan industri jamu secara profesional dan terstruktur. Termasuk menginstruksikan kepada semua kepala daerah dan institusi terkait untuk menggunakan APBN dalam mengembangkan dan mempromosikan jamu Indonesia," jelas Putri.

Lebih lanjut Putri Wardani menyampaikan bahwa pemanfaatan jamu sejalan dengan tujuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, di mana sistem kesehatan diarahkan kepada aspek preventif melalui gaya hidup sehat.

Ia berharap, dukungan regulasi tersebut dapat dimanfaatkan para pemangku kepentingan dan pelaku industri sebagai peluang mempopulerkan jamu di masa depan.

"Saya mengharapkan kekayaan budaya, warisan budaya, kearifan lokal dalam bidang jamu bisa dimanfaatkan melalui aturan yang ada lebih cermat sehingga industri jamu kita bisa jadi tuan rumah di negara sendiri dan tamu terhormat di luar negeri," pungkasnya.

Asal tau saja, hari Jamu Nasional pertama kali dicanangkan oleh pemerintah Indonesia untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya jamu sebagai bagian dari budaya dan kesehatan tradisional.

Jamu sendiri merupakan warisan leluhur yang telah dikenal dan digunakan oleh masyarakat Indonesia selama ratusan tahun. 

Ramuan ini terdiri dari berbagai macam tanaman obat yang dipercaya mampu menjaga kesehatan dan menyembuhkan berbagai penyakit.

Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengedukasi generasi muda tentang manfaat jamu dan mengajak mereka untuk melestarikan tradisi ini.

Dengan adanya Hari Jamu Nasional, diharapkan kesadaran masyarakat akan nilai penting jamu semakin meningkat, sekaligus mendorong inovasi dalam produk-produk kesehatan berbasis bahan alami.