LPK GeTI Inkubator - UGM & Kemenperin Gelar Pelatihan & Sertifikasi Digital Marketing Gratis
INDUSTRY.co.id - Tangerang – Perkembangan dunia digital secara sadar atau tidak telah mengubah banyak aspek dalam kehidupan, termasuk dalam bisnis dan karier. Perlahan namun pasti, perkembangan ini membuka peluang baru di sektor pekerjaan berbasis teknologi internet.
Demi merespons dinamisnya perkembangan dunia digital, PT Global Edukasi Talenta Inkubator (LPK GeTI Inkubator) sebagai lembaga pengajaran, menjalin kerja sama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi profesi digital marketing gratis bagi para mahasiswa dan mahasiswi di perguruan tinggi tersebut.
Program ini ditujukan bagi 800 mahasiswa dan mahasiswi UGM yang berasal dari berbagai fakultas, antara lain Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.
Tidak hanya menyasar mahasiswa dan mahasiswi, pelatihan dan sertifikasi ini juga memfasilitasi para dosen dan tenaga kependidikan yang berkeinginan memahami digital marketing guna mendukung pencapaian target kinerja fakultas.
Pelatihan berlangsung pada tanggal 17–18 Februari 2024 secara daring melalui platform Zoom, dilanjutkan dengan sesi pra-asesmen dan bimbingan teknis pada tanggal 23 Februari 2024 di Grha Sabha Pramana, dan diakhiri dengan sertifikasi pada tanggal 24–25 Februari 2024 di gedung fakultas masing-masing.
Seluruh rangkaian pelatihan dan sertifikasi tersebut diselenggarakan dengan pendampingan langsung oleh para instruktur ahli yang berkompeten.
Inilah yang menjadi bukti komitmen mendalam LPK GeTI Inkubator terhadap pentingnya digital marketing sebagai landasan utama dalam era bisnis modern.
Digital marketing menjadi bagian dari skema sertifikasi profesi yang cocok untuk dipelajari oleh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), mahasiswa-mahasiswi dan pekerja yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan bisnis daring, pekerja yang ingin melakukan upskilling untuk menunjang karier, dan lain sebagainya.
Keseriusan LPK GeTI Inkubator dalam penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi ini tecermin dalam berbagai manfaat yang ditawarkan bagi mahasiswa dan mahasiswi UGM sebagai peserta program, termasuk sertifikasi kompetensi bagi peserta yang lulus, sesi konsultasi, program inkubasi bisnis, tersedianya produk untuk dijual, bahkan pembagian keuntungan dari omzet penjualan.
Amalia S. Prabowo selaku Presiden Direktur LPK GeTI Inkubator menjelaskan, kami dengan senang hati menyelenggarakan program pelatihan dan sertifikasi digital marketing gratis sebagai wujud keseriusan dalam memberikan akses pendidikan berkualitas, memberdayakan mahasiswa-mahasiswi, dan mendorong peningkatan kompetensi dan kemajuan karier mereka.
"Keputusan ini diambil atas komitmen mendalam kami terhadap pendidikan inklusif dan kesempatan belajar yang merata bagi semua," katanya.
Sementara itu, Kemenperin juga memberikan dukungan atas acara ini sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan SDM di dalam negeri.
Tentu saja, kesuksesan program ini tidak akan tercapai tanpa dukungan dari pihak universitas. Kesadaran akan pentingnya kompetensi di bidang digital menjadi alasan utama mengapa UGM menyambut positif inisiasi program ini.
"Program pelatihan dan sertifikasi ini menunjukkan komitmen kuat UGM dalam memberdayakan mahasiswa dan mahasiswi dengan ilmu yang tidak hanya memperkaya paradigma mereka sebagai generasi muda, tetapi juga menyiapkan mereka dengan keterampilan praktis untuk meraih sukses di dunia profesional yang dinamis. Inisiatif ini menegaskan upaya nyata kami dalam menyiapkan mereka untuk menghadapi tantangan masa depan dengan keahlian yang relevan dan dapat diaplikasikan secara langsung," pungkas Prof. Suryono, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi UGM.
Semoga pelatihan dan sertifikasi ini dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dan mahasiswi di Kota Pelajar di tengah kompetisi SDM yang semakin ketat di dunia digital, sehingga mereka mampu bersaing tidak hanya di level nasional, tetapi juga di level internasional.