Semester I-2017, Pakuwon Jati Bukukan Pendapatan Bersih Rp2,95 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 27 Juli 2017 - 11:28 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), perusahaan properti yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur, meraih pendapatan bersih Rp2,95 triliun sepanjang Januari-Juni 2017. Pendapatan tersebut meningkat sekitar 20,9% dibandingkan pada semester pertama 2016 sebesar Rp2,44 triliun.

“Pendapatan bersih tersebut berasal dari pendapatan berkelanjutan (recurring revenue) sebesar Rp1,39 triliun dan pendapatan pengembangan produk-produk properti (development revenue) sebesar Rp1,56 triliun,” ujar Minarto Basuki, Direktur PWON, di Jakarta, Kamis (27/07/2017).

Minarto menjelaskan, pendapatan berkelanjutan PWON pada semester pertama 2017 tersebut menunjukkan kenaikan 13,7% jika dibandingkan dengan realisasi pada semester pertama 2016 sebesar Rp1,23 triliun.

Minarto menuturkan, pendapatan berkelanjutan PWON pada enam bulan pertama 2017 tersebut berasal dari pengoperasian Hotel Sheraton Grand Gandaria City, Hotel Four Points, serta pusat perbelanjaan ritel Pakuwon Mall tahap 2 dan 3 yang baru beroperasi pada Februari 2017.

Sementara itu, demikian Minarto, pendapatan yang diperoleh PWON dari pengembangan berbagai produk properti meningkat 28,2% dibandingkan dengan realisasinya di sepanjang Januari-Juni 2016 sebesar Rp1,22 triliun. Peningkatan pos pendapatan ini karena adanya pengakuan pendapatan dari penjualan apartemen Kota Kasablanka Tahap 2.

“Sepanjang Januari-Juni 2017 ini, realisasi marketing sales (penjualan pemasaran-red) kami tercatat sebesar Rp1,20 triliun. Sekitar 77% dari nilai marketing sales tersebu berasal dari penjualan apartemen, sebesar 22% dari penjualan landed residential dan 1% dari penjualan ruang perkantoran,” papar Minarto.

Disamping itu, demikian Minarto, total belanja barang modal (capital expenditure/capex-red) yang direalisasikan perseroan sepanjang semester pertama 2017 tercatat sebesar Rp1,09 triliun. Capex tersebut digunakan untuk membiayai pengembangan berbagai proyek konstruksi perseroan yang sedang berlangsung dan pembebasan tanah.

Minarto mengemukakan, dengan berlanjutnya kegiatan bisnis perseroan hingga semester pertama 2017 ini, PWON meraih laba komprehensif bernilai Rp1,12 triliun, atau tumbuh 16,8% dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp961 miliar. Laba komprehensif tersebut berasal dari laba PWON sepanjang periode tersebut sebesar Rp969 miliar ditambah dengan penalti penebusan utang obligasi Senior Notes 2019 yang diterima perseroan sebesar Rp154 miliar. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →