Hadapi Tahun Politik, CTI Group Bahas Proyeksi Stabilitas Ekonomi dan Dampaknya ke Industri IT di Gathering Golden Circle Club 2023
INDUSTRY.co.id - Jakarta– PT Computrade Technology International (CTI Group), penyedia solusiinfrastruktur teknologi informasi menyelenggarakan gathering tahunan untuk para eksekutif darimitra bisnisnya yakni perusahaan system integrator dan independentsoftware vendor yang tergabungdalam komunitas Golden Circle Club (GCC) di di Lucy in the Sky, Senayan Park, Jakarta.
Dalamgathering ini, CTI Group membahas prospek perekonomian, potensi bisnis dan investasi pada tahun2024 dengan tema: “Assessing the Business Impact on the Indonesia’s 2024 Election” yangmenghadirkan pembicara ahli: Prof. Burhanuddin Muhtadi, Ph.D, Executive Director Indikator PolitikIndonesia, Hendri Saparini, Ekonom Senior CORE Indonesia, dan Dino Bramanto, Advisor iCIOCommunity & Managing Director Kalbe E-Health.
Acara ini diharapkan dapat memberikan insight bagi mitra bisnis untuk menghadapi tahun 2024 danmemperkuat hubungan CTI Group dengan mitra bisnis. Di samping itu acara ini juga sejalan dengankomitmen CTI Group dalam visi dan misi barunya mendukung transformasi bisnis digital bersama paramitra bisnis.
“CTI Group akan terus memperkuat komitmennya untuk berkolaborasi dan tumbuh bersama denganmitra bisnis. Kami berharap dengan semakin kuatnya kolaborasi CTI Group dan mitra bisnis dapatbersama-sama mendorong meningkatnya daya saing dan kualitas hidup masyarakat Indonesia serta meningkatkan kinerja bisnis melalui penerapan teknologi digital,” ujar Rachmat Gunawan, selaku CEOdari CTI Group.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2024
Dalam paparannya di acara GCC, ekonom senior, Hendri Saparini memprediksi ekonomi global tengahmengalami perlambatan meskipun masih tumbuh positif di tahun 2024. Hal ini dipengaruhi olehpermasalah domestik negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Di tahun 2024, ASdiproyeksikan akan mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 1,1 persen dan Tiongkok di 4,5 persen,lebih rendah dibandingkan pada tahun ini dimana AS memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 1,6persen dan Tiongkok di 5,2 persen.
Pertumbuhan ekonomi di Indonesia sendiri di tahun 2024 diproyeksikan sebesar 5,1 persen. Tidakjauh berbeda dari tahun ini yang sebanyak 5 persen. Ini melihat ekonomi Indonesia sebagai ekonomitradisional, di mana 56 persen itu didukung oleh sektor domestik dan 12 persen, konsumsi pemerintahlewat APBN dan APBD. Jadi kurang lebih 70 persen ekonomi Tanah Air digerakkan oleh ekonomidomestik sehingga tidak bergantung pada ketidakpastian ekonomi global.
“Dengan melihat berbagai indikator ekonomi itu, kami optimis tahun depan yang merupakan tahunpolitik, tidak akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Ekonomi kita tetap akantumbuh 5 persen. Tetapi yang turun adalah pertumbuhan investasi, karena mereka akan wait and see.
Jadi, sampai dengan Februari atau kalau dua putaran (Pemilihan Presiden) sampai dengan Juni, itu kitasudah tahu siapa yang akan menang, maka investasi akan dimulai lagi pada semester kedua. Nah,menurut saya kita masih tetap cukup optimis,” jelasnya.
Hal ini juga diamini oleh Prof. Burhanuddin Muhtadi di sesi panel diskusi GCC 2023 dimana ia menilaisiapapun presiden terpilih di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tidak akan banyak mengubah kebijakanekonomi, dikarenakan sisi kebijakan pelaku partai dan elit politik Indonesia cenderung mengambilkeputusan ekonomi berdasarkan pertimbangan pragmatis.
Dampak Pertumbuhan Ekonomi di Industri IT
Seiring berkembangnya era digital, industri IT juga memiliki dampak yang signifikan terhadapperekonomian secara keseluruhan. Hendri memproyeksikan tahun 2024, industri IT mengalamiperubahan orientasi investasi dimana profitabilitas di sektor jasa informasi telah menjadi hal yangpaling penting saat ini.
Sebelumnya, terutama selama masa pandemi dari tahun 2020 hingga 2022,sektor ini mengalami peningkatan investasi. Namun, kini tidak hanya Indonesia yang mengalamiperubahan, melainkan juga pasar global mengalami peningkatan rasionalitas dalam investasiteknologi.
Perubahan ini dikuatkan oleh pandangan dari para pelaku bisnis seperti Dino Bramanto dari iCIOCommunity, yang menekankan pentingnya efisiensi dan efektivitas dalam investasi. Di tahun 2024,pelaku bisnis akan fokus pada dua area utama, yaitu personalisasi layanan konsumen dan keamanandata.
Untuk mendukung personalisasi layanan konsumen, perusahaan perlu berinvestasi dalammanajemen data teknologi turunannya, seperti Artifical Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML).
Data yang terkumpul dari konsumen dapat digunakan untuk menganalisis perilaku dan kebutuhanmereka, sehingga perusahaan dapat memberikan layanan yang lebih sesuai. Sementara itu, keamanandata menjadi semakin penting di era digital. Perusahaan perlu berinvestasi dalam teknologi keamananuntuk melindungi data konsumen dari serangan siber
Akan tetapi, hal ini juga menimbulkan tantangan bagi pelaku bisnis terutama soal kemampuan sumberdaya manusia di sektor IT.
“Potensi tenaga kerja Indonesia yang besar di bidang IT dan ICT, namun, masih terdapat gap antaraskill dan knowledge yang dibutuhkan oleh industri dengan yang dimiliki oleh tenaga kerja Indonesia.Tantangan terbesar adalah bagaimana mengisi gap tersebut, Tidak hanya skill, tapi bagaimanamempercepat adopsi dan implementasi teknologi baru yang lebih cepat karena bisnis memiliki timeto market. Hal ini penting untuk meningkatkan daya saing perusahaan di era digital” imbuh Dino saat sesi panel diskusi GCC 2023.”