Cuma Modal Paspor, Elevee Condominium Siap Berikan Kemudahan WNA Miliki Hunian di Alam Sutera

Oleh : Ridwan | Selasa, 15 Agustus 2023 - 06:45 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Tangerang - Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah.

Aturan tersebut memberikan kemudahan bagi Warga Negara Asing (WNA) untuk memiliki hunian dengan persyaratan dokumen keimigrasian antar alain visa, paspor, atau izin tinggal.

Kementerian ATR/BPN juga mengeluarkan Petunjuk Pelaksanaan Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 1241/SK-HK.02/IX/2022 tentang Perolehan dan Harga Rumah Tempat Tinggal/Hunian Untuk Orang Asing, pada 1 November 2022 lalu. 

Adapun batasan harga minimal untuk pembelian rumah tapak di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Bali yakni Rp 5 miliar.

Sementara, harga minimal pembelian rumah tapak bagi WNA di Nusa Tenggara Barat (NTB) Rp 3 miliar. Di Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Riau yakni minimal Rp 2 miliar.

Sedangkan untuk daerah atau provinsi lainnya minimal pembelian dengan harga Rp 1 miliar.

Ketentuan serupa juga berlaku untuk pembelian rumah susun (rusun). Harga minimal rusun bagi WNA ialah Rp 3 miliar untuk wilayah DKI Jakarta dan Rp 2 miliar bagi rusun di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, dan Bali.

Sementara untuk daerah atau provinsi lainnya minimal pembelian rusun seharga Rp1 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Hubungan Luar Negeri, Rusmin Lawin mengatakan, ini merupakan peluang bagi Indonesia karena bisa menjadi mesin percepatan ekonomi khususnya di sektor properti.

"Saya sering keliling ke luar negeri dan banyak dari mereka selalu ingin membeki properti disini (Indonesia), akan tetapi tidak dengan persyaratan yang 'ribet', cukup hanya dengan paspor saja," kata Rusmin dalam acara Elevee media Talk yang diadakan di marketing Gallery Elevee Condominium, Alam Sutera, Tangerang (14/8).

Menurutnya, minat warga negara asing untuk membeli properti di Tanah Air terbilang cukup tinggi. Meski demikian, lanjutnya, hal ini bukalah menjadi ancaman.

Rusmin menyebut kehadiran warga negara asing selain sebagai pekerja profesional, mereka (WNA) juga pengusaha, pebisnis yang akan membuka potensi pertumbuhan ekonomi serta devisa bagi Indonesia.

“Pembelian properti untuk WNA ini bukan menjual negara, kita menjual potensi ekonomi negara dengan adanya investasi masuk dan membuka lapangan pekerjaan,” jelas Rusmion Lawin yang juga menjabat sebagai President FIABCI Asia Pacific.

Menurut Rusmin, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menggencarkan pembelian properti bagi WNA di Indonesia. 

"Seperti Vietnam dan Thailand kian agresif menawarkan propertinya kepada WNA. Dan menurutnya, batasan pembelian properti WNA di negara lain seperti Singapura memberikan batasan kepemilikan properti WNA sebesar 30%, sedangkan Malaysia dibatasi 5%, dan kita Indonesia tak lebih dari 5%," paparnya.

Oleh karena itu, kata Rusmin, REI akan mengakomodir pengembang yang ingin memasarkan produknya ke ekspatriat dengan mengadakan roadshow ke beberapa negara yang memang menjadi bidikan pengembang.

“Tak hanya itu, kita juga akan melakukan kerja sama dengan agen properti di negara tersebut agar pemasarannya lebih mudah dan efesien. Jadi ini menjadi gerakkan yang akan mendatangkan devisa bagi negara,” tegasnya.

Dikesempatan yang sama, Chief Marketing Officer (CMO) Elevee Condominium, Alvin Andronicus menegaskan bahwa ini adalah momentum untuk pengembang properti di Tanah Air. 

Elevee Condominium merupakan bagian dari Alam Sutera yang luasnya 800 hektar dan merupakan kawasan skala kota dengan konsep one stop living. 

“Alam Sutera tak hanya membangun hunian saja tapi juga berbagai fasilitas lainnya, ekspatriat atau WNA sangat menyukai ini karena akan memudahkan mereka beraktivitas, dan ini menjadi standar mereka dalam memiliki hunian,” tegas Alvin.

Alvin menyatakan, kemudahan juga diberikan kepada ekspatriat dengan adanya instalment ke developer selama 36 kali. 

“Kita tak mau membedakan dengan konsumen lain, sama-sama kita berikan kemudahan," terang Alvin.

Salah satu konsumen yang telah merasakan kemudahan tersebut yaitu Chyntia, warga negara asing (WNA) asal Singapura yang 'kepincut' dengan kemegahan Elevee Condominium.

Chyntia yang juga hadir dalam acara talkshow ini menyatakan bahwa dirinya sebelum membeli unit di Elevee sempat khawatir karena diingatkan suaminya bahwa aturannya belum jelas.

“Suami memberikan warning tapi saya tetap datang dan melakukan survei ke Elevee dan ternyata regulasinya sudah ada dan tentunya produknya sesuai dengan yang apa saya harapkan. Contohnya, kawasan Alam Sutera ini fasilitasnya lengkap dan kawasannya sangat hijau,” tegas Chyntia.

Elevee Condominium

Elevee Condominium adalah produk terbaru di Alam Sutera dengan konsep hunian vertikal ini merupakan proyek yang berbeda.

Berada di kawasan dengan luas 19 hektar, Elevee Condominium nantinya akan di 'mix' dengan berbagai produk properti lainnya dengan unsur lifestyle.

Elevee Condominium nantinya akan memiliki fasilitas forest park seluas 4 hektar, eucaplytus park 1 hektar dan juga akan berdampingan dengan pusat lifestyle modern dengan luas 5 hektar. 

Selain itu, lokasi Elevee Condominium ini berada di kawasan premium Alam Sutera yang akan menjadi the best point Alam Sutera.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →