Produsen Sepeda United Kini Produksi Motor Listrik

Oleh : Wiyanto | Kamis, 10 Agustus 2023 - 09:46 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id-Jakarta-Produsen sepeda, PT Terang Dunia Internusa (PT TDI), dengan merek United kini sudah mulai bermain ke motor listrik.

Asal tahu saja, produsen ini sudah lama turut meramaikan pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Beberapa produknya seperti sepeda pedal (moped) atau sepeda listrik dan motor listrik dengan brand United.

Direktur PT TDI Henry Mulyadi menjelaskan pabrik anyar yang ada di Curug, Kabupaten Tangerang, Banten seluas 5 hektare (ha) menjadi andalan. Pabrik ketiga milik perusahaan ini diperuntukan hanya memproduksi moped dan motor listrik.

“Kita ada tiga pabrik, yaitu di Gunung Putri dan Citeureup Bogor, untuk sepeda. Dan yang tengah dikembangkan saat ini di Curug, Tangerang. Ini khusus untuk moped dan motor listrik. Kita sudah mulai lakukan penjualan (motor listrik) akhir 2020 lalu,” ujar dia di Tangerang, Rabu (9/8/2023).

Untuk membangun pabrik baru tersebut, pihak mengalokasikan anggarn yang tidak sekitar, sekitar Rp250 miliar sudah digelontorkan. “Untuk investasi pabrik kendaraan listrik sendiri yaitu untuk pembelian mesin sekitar Rp50 miliar. Dan investasi di pabriknya sekitar Rp200-an miliar. Nantinya, kita targetkan produksi motor listrik mencapai 8.000 unit per tahun dan untuk moped sebanyak 200 ribu unit,” ucap dia.

Direktur PT TDI Andrew Mulyadi, pasar yang sudah dirambah selain pasar dalam negeri juga sebagian kecil sudah ada yang diekspor. Untuk pasar domestik, kata Henry, mayoritas masih di Jawa. Adapun untuk pasar ekspor sudah dikirim ke Malaysia.

“Selama ini produk sepeda United itu sudah banyak ekspor ke beberapa negara Eropa, Amerika, dan tentu juga Asia. Untuk motor listrik ini kita sudah pasarkan lokal dan ekspor juga. Tapi baru ke Malaysia sudah banyak yang order. Ke Malaysia itu tahap pertama 1.000 unit. Dan target kita bisa mencapai 10 ribu unit (dikirim ke Malaysia) ke depannya,” papar Andrew.

Beberapa negara sudah dijajaki selain Malaysia. Seperti Singapura dan negara ASEAN lainnya. Porsi ekspor sendiri saat ini baru sekitar 15-20% dan kemungkinan akan meningkat lagi.

“Untuk pasar domestic sendiri sebanyak 60% masih di Jawa. Dan tentu akan terus berkembang seperti ke Medan, dan daerah lainnya. Saat ini kita sudah didukung dengan adanya 24 dealer dan 60 sub store di seluruh Indonesia. Kita akan kembangkan terus pokoknya ke depannya,” katanya.

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →