Ingatkan Jumlah Penderita Hipertensi Yang Terus Meningkat Setiap Tahunnya, RS Premier Bintaro Gelar Seminar Awam

Oleh : Nina Karlita | Selasa, 20 Juni 2023 - 09:38 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Peringati hari Hipertensi Sedunia, RS Premier Bintaro (RSPB) menggelar seminar awam. Acara ini menghadirkan 3 narasumber dari spesialisasi berbeda yang umumnya terkait dengan gangguan hipertensi yaitu jantung, saraf serta penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi

Acara digelar di ruang serbaguna RSPB (20/5/2023) yang dihadiri oleh sekitar 100 peserta ini diawali dengan senam refreshing yang dipandu oleh perwakilan trainer dari tim Kementrian Kesehatan.

Dalam seminar tersebut dipaparkan fakta bahwa 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya.

Menurut Dr. Beny Hartono yang merupakan dokter spesialis jantung, penyebab hipertensi 94% merupakan Hipertensi Primer dimana penyebabnya tidak diketahui, dan 6% merupakan Hipertensi Sekunder yang disebabkan oleh gangguan ginjal, tiroid, katup jantung, pembuluh darah, dan lain-lain. 

Peningkatan asupan garam, Obesitas, konsumsi alkohol, lemak berlebih, stress dan kurang aktifitas fisik dapat memicu tekanan darah tinggi. 

"Hipertensi dapat dicegah dengan cara menerapkan pola hidup sehat secara teratur, memeriksakan tekanan darah, mengontrol berat badan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, meliputi pemeriksaan EKG, rontgen dada, USG jantung, dan pemeriksaan darah,” kata Dr. Benny Hartono.

dr. Verna selaku dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi memaparkan bahwa hipertensi merupakan faktor pemicu utama gangguan ginjal. Saat ginjal mengalami gangguan fungsi, tekanan darah akan meningkat dan menimbulkan hipertensi. 

Gangguan fungsi ginjal akibat hipertensi bisa berupa penyakit ginjal akut, kronis, dan gagal ginjal terminal. Hipertensi menjadi pemicu terjadinya kasus gagal ginjal terbanyak setelah diabetes melitus. Hipertensi lama dan tidak terkontrol, dapat menyebabkan gangguan ginjal kronik. 

"Kedua kondisi tersebut dapat tanpa gejala dalam waktu lama, sehingga baru diketahui saat sudah terjadi gangguan tahap lanjut. Dengan demikian dianjurkan melakukan pemantauan tekanan darah secara mandiri dan rutin dirumah di beberapa waktu tertentu,” jelas dr. Verna.

Dari perspektif kedokteran spesialis saraf dr. Meidianie, hipertensi menyebabkan gangguan sel saraf otak melalui beberapa mekanisme. Yaitu menurunnya aliran darah ke otak akibat penyempitan pada saluran pembuluh darah otak, menurunnya aliran darah menyebabkan berkurangnya asupan nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan untuk metabolisme sel saraf otak, serta terjadinya kerusakan sel saraf otak yang perlahan dan berlangsung dalam jangka waktu lama sehingga terjadi degenerasi sel saraf. 

"Hipertensi dapat menyebabkan Stroke, baik stroke sumbatan maupun stroke perdarahan, gangguan kognitif atau memori dan juga Demensia (pikun),” kata dr. Meidianie.

"Pada hari Hipertensi Sedunia RSPB mengambil momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan terhadap penyakit Hipertensi serta memberikan edukasi tentang pentingnya deteksi dini dan pengobatan hipertensi serta komplikasinya," kata Dr. Martha M.L. Siahaan, MARS, MH.Kes, CEO RS Premier Bintaro.