BPS: Lebaran Berdampak pada Penurunan Ekspor Jawa Tengah

Oleh : Ridwan | Senin, 17 Juli 2017 - 16:33 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Semarang- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah menyatakan Lebaran 2017 berdampak pada penurunan ekspor Juni 2017.

"Ekspor turun Juni ini lebih disebabkan oleh pergeseran Lebaran kemarin, kalau lihat polanya seharusnya naik. Selain itu kan ada juga libur panjang," kata Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Margo Yuwono di Semarang, Senin (17/7/2017)

Berdasarkan data, dikatakannya, nilai ekspor Jawa Tengah pada Juni 2017 mencapai 409,61 juta dolar AS atau mengalami penurunan sebesar 25,16 persen dibandingkan ekspor Mei 2017 yang mencapai 547,33 juta dolar AS.

"Demikian juga jika dibandingkan dengan Juni 2016, ekspor Jawa Tengah turun sebesar 135,52 juta dolar AS atau setara dengan 24,86 persen," katanya.

Meski demikian, untuk ekspor kumulatif dari Januari-Juni 2017 mencapai 2.856,62 juta dolar AS atau naik sebesar 2,19 persen dibandingkan ekspor kumulatif periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.795,57 juta dolar AS.

Sementara itu, melihat tren lima bulan terakhir 2017 yang nilai ekspornya terus mengalami kenaikan, pihaknya memperkirakan ekspor pada bulan depan akan kembali naik.

"Saat arus mudik dan balik, dilarangnya operasional kendaraan berat pengangkut barang mengakibatkan tertahannya pengiriman. Oleh karena itu, dengan kondisi yang sudah normal, kemungkinan bulan depan pengiriman barang khususnya untuk ekspor akan kembali membaik," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data dari BPS Provinsi Jawa Tengah, untuk negara pangsa pasar utama ekspor Jawa Tengah selama Juni 2017 masih sama dengan bulan sebelumnya, yaitu Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok.

Ia mengatakan untuk ekspor ke Amerika Serikat sebesar 112,19 juta dolar AS, ekspor ke Jepang sebesar 45,77 juta dolar AS dan ekspor ke Tiongkok mencapai 32,64 juta dolar AS. (Ant)

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →