Kerjasama GAPMMI dan Schneider Electric Akan Perkuat SDM Dalam Menghadapi Era Transformasi Digital
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dalam mendorong transformasi digital pada industri mamin, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung kemitraan strategis antara Schneider Electric™ dan Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI). Salah satu poin dalam kerjasama tersebut di antaranya memperkuat kemampuan SDM di industri mamin untuk menghadapi era transformasi digital.
Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika mengungkapkan, hingga saat ini hampir semua industri mamin sudah melakukan automasi, terutama pada proses produksinya. Hal yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan SDM industri terus berkembang mengikuti tuntutan zaman. Untuk menjawab hal itu, Kemenperin berupaya untuk mendorong pelatihan manajer transformasi digital.
“Kami menargetkan akan ada 1.200 orang akan dilatih dalam program Training of Trainer (ToT) dan diharapkan menjadi manajer transformasi digital. Selanjutnya mereka akan bisa membimbing industri mamin yang ada dalam ekosistem tersebut,” kata Putu dalam keteranganya yang dikutip INDUSTRY.co.id, Minggu (19/2/2023).
Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman menyampaikan, produsen mamin membutuhkan teknologi yang dapat mengintegrasikan dan menyediakan visibilitas menyeluruh terhadap tiap siklus hidup sistem rantai pasok mulai dari suplai bahan baku, proses produksi, pengemasan, distribusi hingga sampai ke tangan konsumen.
“Teknologi ini membutuhkan tenaga ahli yang terampil dalam pengoperasiannya. Sehingga saat ini pengembangan SDM menjadi fokus GAPMMI dalam mendukung para anggota kami,” jelas Adhi.
Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia, Martin Setiawan menambahkan, transformasi digital di industri mamin tergolong cukup kompleks, mengingat transformasi tersebut harus dapat mencakup tiga fokus area, yaitu Agile Manufacturing, Efficient Facilities, dan Resilient Supply Chain. Integrasi ketiga area tersebut dimungkinkan dengan pemanfaatan Industrial Internet of Things (IIoT) dan teknologi otomasi yang terbuka, kolaboratif dan berbasis software.
“Aspek-aspek yang akan menjadi fokus dalam pengembangan pendidikan dan kurikulum pembelajaran antara lainkemampuan SDM industri untuk teknis pengoperasian teknologi, serta aspek kognitif meliputi kreativitas, pemecahan masalah yang kompleks, pemikiran kritis, analitis dan inovatif, serta kepemimpinan. Hal tersebut yang akan dirumuskan bersama dengan GAPMMI.” ucap Martin.