Kemenperin Apresiasi Daikin Bangun Pabrik AC Senilai Rp3,3 Triliun di Cikarang, Jawa Barat

Oleh : Ridwan | Jumat, 02 Desember 2022 - 13:15 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Cikarang - PT Daikin Industries Indonesia secara resmi melakukan Groundbreaking pabrik Air Conditioner (AC) senilai Rp 3,3 triliun di kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, Jawa Barat, Jumat (2/12).

Berdiri di atas lahan seluas 204.000 meter persegi (m2), pabrik Daikin nantinya akan memproduksi AC dengan kapasitas produksi mencapai 1,5 juta unit per tahun, dan menyerap 2.500 tenaga kerja.

Pabrik ini dijadwalkan akan memulai produksinya pada Desember 2024.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Taufiek Bawazier mengapresiasi realisasi investasi PT Daikin Industries Indonesia di Tanah Air.

"Ini menjadi investasi terbesar di tahun 2022 di sektor elektronika," kata Taufiek.

Saat ini, menurutnya, kebutuhan AC untuk rumah tangga masih sangat besar mencapai 2 juta unit. Namun, memang mesti diakui angka impor untuk produk AC juga masih terbilang tinggi.

"Impor kita memang masih tinggi, artinya kedepan dengan beroperasinya pabrik Daikin ini akan mengurangi porsi impor yang cukup signifikan," tambahnya.

Dijelaskan Taufiek, sektor industri pengolahan di Tanah Air akan semakin menjanjikan. Hal ini terlihat dari Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur RI yang menyentuh level di atas 50 selama 15 bulan berturut-turut.

Selain itu, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang dirilis Kemenperin juga menunjukkan kinerja industri yang terus ekspansif hingga menyentuh level 50,89 di November 2022.

"Ini menjadi acuan, dimana sektor industri kita memang semakin agresif dan bertumbuh meski di hadapkan dengan tantangan ekonomi global yang tengah melemah," tutur Taufiek.

Hal senada juga diungkapkan Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ikhwan. 

"Kami apresiasi realisasi investasi Daikin, setelah sekian lama akhirnya memutuskan untuk menanamkan modalnya di Indonesia," terang Nurul Ikhwan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihaknya akan membantu rencana investasi Daikin di Indonesia, baik dari segi perizinan maupun yang lainnya.

Sementara itu, Yoshihiro Mineno, Member of The Board and Senior Executive Officer Daikin Industries Limited mengatakan, keberadaan pabrik Daikin ini menjadi bagian strategi kami mengukuhkan posisi sebagai pemimpin pasar AC di Indonesia.

Menurut Yoshihiro, Daikin melihat Indonesia tengah memperkuat visi menjadi negara terbesar kelima dalam Pendapatan Domestik Bruto pada 2045 nanti. 

"Perkiraan pertumbuhan ekonomi yang dipicu kenaikan masyarakat dengan tingkat penghasilan menengah inilah yang diprediksi akan meningkatkan permintaan AC bagi kebutuhan hunian," tambahnya.

Lebih lanjut, Yoshihiro Mineno menyatakan, dalam operasionalnya nanti, pabrik Daikin ini akan mengadopsi teknologi canggih terkini termasuk didalamnya pemanfaatan IoT (Internet of Things) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). 

Selain dari sisi investasi dan penciptaan 2.500 peluang kerja baru, pendirian pabrik Daikin ini juga berpotensi memberikan kontribusi pada peningkatan nilai ekspor. Hal ini karena selain untuk pemenuhan permintaan pasar domestik, pabrik baru DAIKIN ini juga bakal ditujukan untuk tujuan ekspor, utamanya pada negara-negara di belahan Asia Tenggara sebagai respon atas tingginya permintaan AC berkapasitas kecil. 

Pabrik AC ini pun menjadi langkah Daikin mendukung pemerintah Indonesia terkait peningkatan kepedulian terhadap lingkungan dan gerakan hemat energi sekaligus pengurangan jejak karbon. Pasalnya, pabrik AC Daikin ini hanya memproduksi AC inverter yang telah terbukti sebagai teknologi hemat listrik. 

Disamping pula, penggunaan bahan pendingin (refrigerant) R32 yang dikenal lebih ramah lingkungan karena memiliki efek rendah pada penipisan ozon (zero Ozon Depletion Potential). 

Kehadiran pabrik yang dapat menjamin ketersediaan AC inverter dengan refrigerant R32 ramah lingkungan ini, diharapkan membuat varian AC hemat listrik ini akan lebih cepat dan lebih mudah dijangkau untuk semakin memperluas penggunaannya pada lebih banyak keluarga di Indonesia. 

“Beriring upaya Daikin untuk tetap terdepan dalam industri solusi tata udara, perhatian pada kualitas hidup masyarakat yang lebih baik pun menjadi fokus kami dalam menjalankan operasional di Indonesia,” tutup Yoshihiro Mineno. 

Di Indonesia sendiri, Daikin terhitung telah beroperasi sepanjang 52 tahun dengan menggandeng PT. Imora Makmur dan PT. Budiman Kencana Lestari sebagai mitranya. 

Untuk mendukung operasionalnya, DAIKIN memiliki tiga belas kantor cabang dengan kantor pusat berada di Jakarta yang menangani pemasaran dan layanan purna jual. 

Dengan jaringan distribusi di berbagai daerah di Indonesia, Daikin tercatat sebagai pemimpin pasar AC hunian dalam negeri dengan penguasaan mencapai 35,5%.