Sebuah Perusahaan Australia Tertarik untuk Listing di BEI

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 05 Juli 2017 - 20:17 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Sebuah perusahaan Australia berencana akan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat ini, perusahaan tersebut sedang menjajaki rencana penjualan saham kepada investor publik melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS).

“Kami hingga kini terus-menerus memusatkan perhatian untuk mendorong perusahaan-perusahaan yang menjalankan bisnisnya di Indonesia agar mencatakan saham-sahamnya di Bursa Efek Indonesia,” ujar Syamsul Hidayat, Direktur BEI, di Jakarta, Rabu (05/07/2017).

Hingga kini, demikian Syamsul, baru terdengar ada satu perusahaan Australia yang berminat untuk listing di BEI. Bisnis perusahaan tersebut bergerak di bidang perdagangan dan jasa.

“Sebenarnya, perusahaan yang telah berbadan hukum Indonesia tersebut memiliki induk usaha yang telah mencatatkan saham di ASX (Australia Stock Exchange-red). Karena telah berbadan hukum Indonesia, perusahaan itu seharusnya tidak mengalami kendala untuk dapat tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia,” paparnya.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, manajemen BEI telah mendorong 52 perusahaan asing yang sekitar 50% pendapatannya diperoleh dari operasional bisnisnya di Indonesia agar mencatatkan saham mereka di Bursa Efek Indonesia. Mayoritas perusahaan tersebut adalah mereka yang menjalankan bisnis penggalian sumber daya alam di Indonesia. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →