Sektor Ritel Kembali Bergeliat, 4 Mal Baru Bakal Segera Berdiri di Jakarta

Oleh : Ridwan | Rabu, 31 Agustus 2022 - 20:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pelonggaran kebijakan interaksi di tengah pandemi pada awal 2022 berimplikasi positif terhadap dinamika sektor ritel yang tengah menerapkan strategi pertahanan dan pemulihan.

Tercatat, tingkat kunjungan ke berbagai pusat ritel di sekitar Jakarta sejak awal tahun 2022 mengalami kenaikan.

Laporan hasil riset Jakarta Property Highlight terbaru menyebutkan bahwa paruh pertama tahun 2022, tingkat okupansi sektor ritel berada di kisaran 78,52% atau meningkat sebesar 0,7% dari semester sebelumnya dengan rerata harga sewa yang cenderung stabil jika dibandingkan dengan semester lalu.

Sementara itu, di semester kedua 2022 hingga tahun 2024 diproyeksikan akan masuk sejumlah 6 proyek mal baru ke Jakarta dimana empat diantaranya akan masuk di 2023-2024.

Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat mengatakan, secara umum, tenant yang masuk di tahun 2022 berasal dari sektor FnB, home appliance, sport apparel, fashion, dan department store.

"Saat ini, tenant e-commerce juga mulai bermunculan dengan gerai fisiknya, sebagai kanal pendorong transaksi," kata Syarifah di Jakarta, Rabu (31/8).

Jakarta Property Highlight juga mencatat total pasokan mal yang bertambah menjadi 4.917.166 m2 setelah relaunch Sarinah dan masuknya satu mal strata di Jakarta Pusat.

Sedangkan untuk future supply dari sektor ritel mencatatkan sejumlah 247,154 m2 yang akan masuk di kawasan Jakarta.

Willson Kalip, Country Head, Knight Frank Indonesia, menyebut, secara umum, tren peningkatan okupansi terjadi pada segmen premium dan grade A.

"Segmen lainnya masih perlu menerapkan strategi lanjutan untuk bertahan, maka perlu dipertimbangkan metode efisiensi dalam pengelolaan ruang ritel di masa menuju endemi ini, agar survival mode tetap dapat dilakukan dengan lebih efektif dan optimis," tutup Willson.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →