Pengamat Himbau Pemerintah Hati-hati Dampak FTA, Bikin Industri Petrokimia Babak Belur

Oleh : Ridwan | Senin, 20 Juni 2022 - 08:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indonesia berpotensi kebanjiran bahan baku plastik dari Uni Emirat Arab (UEA). Sebab, rencana penurunan bea masuk hingga 0% bisa merusak industri petrokimia dalam negeri.

Dosen Institute Teknologi Bandung (ITB) Akhmad Zainal Abidin mengatakan liberalisasi FTA IUAE sebaiknya pemerintah berhati hati, karena dengan rencana opsi bea masuk 0% untuk bahan baku plastik dapat menghancurkan industri petrokimia dalam negeri dan akan berakibat buruk juga buat ekonomi.

“Kalau banjir produk petrokimia dari UAE ya, bisa dipastikan industri petrokimia dalam negeri luluh lantah, dan ini bisa berakibat PHK besar di industri tersebut. Jangan sampai FTA ini malah merugikan industri lokal. Sebaiknya pemerintah memikirkan efek buruk dari FTA tersebut,” ujar Akhmad Zainal Abidin.

Menurutnya, lemahnya daya saing Indonesia dalam menghadapi perjanjian perdagangan bebas IUEA, bakal memperbesar risiko menuju deindustrialisasi. Hal ini diperparah dengan tidak adanya desain industri yang komprehensif dan upaya maksimal untuk menekan produksi.

"Daya saing negara kita masih rendah, sementara biaya produksi belum bisa diturunkan. Negara kita juga dihadapkan sejumlah paradoks yang bisa menghambat pertumbuhan dari negara berpendapatan menengah menjadi negara yang lebih maju," jelasnya.

Akmad Zainal Abidin mengatakan, sebagai negara kaya, industri di tanah air masih tidak efisien. Jumlah penduduk yang besar, tidak diimbangi produktivitas yang masih rendah. Likuiditas berlebih di pasar keuangan juga tidak disertai dengan intermediasi yang cukup.

"Paradoks lainnya adalah ukuran ekonomi yang besar tapi kompetisi rendah," tuturnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →