Penyakit Jantung Penyebab Kematian Nomor Satu di Dunia

Oleh : Wiyanto | Senin, 30 Mei 2022 - 08:07 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id-Jakarta – PT Sanghiang Perkasa (KALBE Nutritionals) terus berkomitmen untuk melengkapi ekosistem kebutuhan dewasa dan lansia, melalui produk kesehatan, service, hingga edukasi.

Business Unit Coordinator Adult Nutrition KALBE Nutritionals, Boy Sinaga, mengatakan, upaya pencegahan risiko penyakit jantung hingga penanganan penyakit jantung pada dewasa dan lansia tidak bisa berjalan sendiri.

"KALBE Nutritionals melalui Entrasol, memiliki misi menyediakan produk nutrisi terbaik, layanan, hingga komplit ekosistem dalam upaya menjadikan momen bertambahnya usia adalah momen terbaik," katanya.

Boy Sinaga menambahkan, hingga saat ini penyakit kardiovaskular atau jantung, tercatat sebagai penyebab kematian nomor satu di dunia. Pada saat yang sama, penyakit jantung juga merupakan penyebab kematian terbesar di Indonesia. Tercatat pada tahun 2008, 15 dari 1.000 orang di Indonesia menderita penyakit jantung, dan diperkirakan penderita penyakit jantung di indonesia jumlahnya akan mencapai 6 juta orang pada tahun 2024.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Badai Bhatara Tiksnadi, Sp.JP(K), MM, mengatakan, di Hari Lanjut Usia Nasional ini, penting bagi kita untuk menyadari bahwa seiring dengan bertambahnya usia, maka fungsi tubuh juga mengalami penurunan termasuk organ jantung dan pembuluh darahnya. Penyakit jantung merupakan ancaman dunia (global threat) dan merupakan penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, lebih dari 8.9 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Riskesdas di Indonesia tahun 2018 menunjukkan bahwa populasi orang di atas 65 tahun yang mempunyai sakit jantung sebesar 4.6%. Kunci agar terhindar dari penyakit jantung, adalah Perilaku Hidup Sehat (CERDIK) yaitu : Cek kesehatan teratur, Enyahkan rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kendalikan Stress," papar dr. Badai.

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →