Kemenperin Tengah Siapkan kebijakan Nontarif Guna Ketahanan Industri Nasional

Oleh : Ridwan | Kamis, 15 Juni 2017 - 15:11 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan, industri nasional harus dilindungi dari serangan produk impor dengan cara meningkatkan daya saing.

"Untuk itu, Kemenperin tengah menyiapkan sistem informasi perkembangan ekspor dan impor. Data yang akan terus diperbarui per bulan tersebut dapat diakses menggunakan gawai tersebut diharapkan dapat membantu pelaku industri dalam negeri," ungkap Harjanto di Kantor Kemenperin, Jakarta (15/6/2017).

Ia menambahkan, Kami ingin mengejar pertumbuhan industri tahun 2017 sebesar 5,1-5,4 persen. "Untuk mencapai pertumbuhan tersebut, industri nasional tentu harus dilindungi dari serangan produk impor,” terangnya.

Harjanto menjelaskan, saat ini Kementerian Perindustrian sedang memetakan kebijakan nontarif atau Non-Tariff Measures berbasis Sistem Informasi Ketahanan Industri (SIKI) yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS).

"Nantinya SIKI dapat menjadi rujukan data untuk Indonesia dalam mengembangkan kebijakan nontarif untuk ketahanan industri dalam negeri," ucap Harjanto.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan industri di kuartal II 2017 lebih baik dibandingkan periode sebelumnya karena ada kenaikan konsumsi di bulan Ramadan dan Lebaran.

Dengan terlindungnya industri nasional dari serangan impor, Harjanto optimis target pertumbuhan industri yang dicanangkan pemerintah akan tercapai

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →