AISI Berharap Gejolak Politik di Filipina Tidak Pengaruhi Volume Ekspor Sepeda Motor Indonesia

Oleh : Ridwan | Senin, 12 Juni 2017 - 16:16 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Volume ekspor kendaraan roda dua terus menunjukkan peningkatan. Dari data yang dirilis Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), ekspor pada bulan Mei 2017 tercatat sebanyak 31.631 unit, naik dibandingkan Mei 2016 yang hanya 23.664 unit.

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala mengatakan, perluasan pasar yang dilakukan agen pemegang merek (APM) melalui penambahan varian dinilai menjadi faktor utama pengungkit volume ekspor ini.

"Volume ekspor memang terus meningkat. Jika kondisi ini bertahan, kami yakin pada tahun ini total ekspor akan mencapai 8 persen  dari total produksi," ungkap Sigit Kumala di Jakarta (12/6/2017).

Ia menambahkan, dari lima produsen kendaraan yang menjalankan aktivitas ekspor, empat diantaranya menorehkan peningkatan volume. "Penurunan hanya dialami oleh PT Kawasaki Motor Indonesia yang turun drastis yakni sebesat 60,44% dari 809 unit pada Mei 2016 menjadi 320 unit pada Mei tahun ini," terangnya.

Sigit menambahkan, jika kondisi ekonomi secara global terus menunjukkan peningkatan serta produsen sepeda motor mampu menyajikan produk sesuai kebutuhan pasar global maka target ekspor sekitar 400.000 unit hingga 500.000 unit akan tercapai.

Disisi lain, AISI was-was dengan gejolak politik yang terjadi di sejumlah negara kawasan Asia Tenggara, terutama Filipina. Adanya kegaduhan politik baik yang disebabkan oleh kondisi nasional maupun aksi terorisme dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan internasional.

"Seperti diketahui, Filipina merupakan salah satu negara tujuan ekspor kendaraan bermotor roda dua. Kegaduhan politik yang berlaruh-larut dikhawatirkan akan memangkas volume ekspor," ucap Sigit.

AISI berharap gejolak politik yang terjadi di Filipina tidak berdampak terlalu besar untuk ekspor kendaraan Indonesia.

 

 

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →