AAJI Berbagi Tips Kelola Keuangan
INDUSTRY.co.id-Jakarta-AAJI menguatkan komitmennya untuk membantu meningkatkan literasi keuangan dan asuransi agar perlindungan asuransi jiwa dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Sejalan dengan semangat transformasi industri asuransi jiwa Indonesia untuk lampaui batas, AAJI ingin menebarkan semangat untuk terus maju melampaui aspirasi semua pihak dan memberikan kontribusi pada kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Melalui pelaksanaan Webinar #PahamiPerlindunganmu ini, harapannya generasi milenial dapat cerdas mengelola finansial sekaligus merealisasikan misi asuransi jiwa dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan Indonesia, terutama dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan perlindungan dan rencana keuangan jangka panjang,” kata Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI.
Tips Perencanaan Keuangan Milenial Perencanaan keuangan yang baik perlu diterapkan sejak dini agar dapat terbiasa untuk mengendalikan keuangan serta mampu menyiapkan proteksi untuk masa depan.
Antony Japari sebagai Kepala Departemen Literasi & Inklusi Asuransi AAJI berbagi tips cash flow management yang terbagi menjadi empat bagian.
“Pertama 40% pendapatan dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk kebutuhan makanan, pakaian, transportasi, pulsa, listrik, air dan lainnya. Kemudian 30% untuk kebutuhan cicilan yang bersifat produktif, seperti cicilan rumah dan kendaraan, lalu 20% untuk kebutuhan masa depan yang dibagi menjadi dana darurat, asuransi dan investasi. 10% terakhir tentunya tidak lupa dialokasikan untuk donasi dan membantu anggota keluarga lain yang membutuhkan,” ujarnya.
Ketua Literasi Pelajar dan Mahasiswa AAJI, Cicilia Nina juga menambahkan bahwa generasi milenial perlu memperhatikan fondasi finansial yang kuat.
“Fondasi ini terbagi menjadi lima bagian, yakni menjaga cash flow dengan memeriksa keuangan yang telah dikeluarkan atau disebut dengan financial checkup, lalu menciptakan cash flow yang positif, dan memiliki tabungan untuk kebutuhan tidak terduga. Kedua, generasi milenial perlu memiliki kesiapan untuk menghadapi risiko dimasa depan, terutama risiko kesehatan, hal ini dapat disiapkan dengan memiliki asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.
Fondasi ketiga, generasi milenial harus disiplin dalam pengeluaran keuangan dengan sebisa mungkin mengurangi porsi hutang, dan dua fondasi terakhir adalah menyiapkan dana darurat serta memiliki perencanaan keuangan jangka panjang dengan investasi,” ungkapnya.