Kemenperin Proyeksi Industri Tekstil Akan Tumbuh Melesat di Kuartal III-2022

Oleh : Ridwan | Sabtu, 19 Februari 2022 - 12:05 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksi industri tekstil atau industri bahan baku garmen akan tumbuh berfluktuatif.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Elis Masitoh mengatakan, pertumbuhan terbesar industri tekstil akan terjadi pada kuartal III-2022 sebesar 5,88% secara tahunan, sedangkan terendah adalah pada kuartal IV-2022 yang susut 1,02%.

Lebih lanjut, Elis mengungkapkan, pertumbuhan industri tekstil akan tinggi sejak Juli 2022 untuk memenuhi permintaan industri garmen dalam menghadapi pasar Ramdhan 2023.

Sebagai informasi, masing-masing rantai pasok setidaknya membutuhkan waktu 3-4 bulan untuk memenuhi permintaan konsumennya masing-masing.

Bulan Ramadan pada 2023 dan 2024 akan berada di kuartal I masing-masing tahun. Dengan demikian, industri garmen akan memiliki dua lonjakan permintaan pada 2023.

"Semoga daya beli dan pandemi telah usai (pada 2023), dan ekonomi sudah benar-benar pulih," terang Elis di Jakarta (18/2).

Sebelumnya, Elis mendata rata-rata utilisasi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) sepanjang 2021 adalah 60%. Namun demikian, pada akhir 2021 telah menyentuh level 75% untuk industri hulu dan antara, sedangkan utilisasi industri garmen di posisi 85%.

"Rata-rata (utilisasi 2021) 60% karena pada awal kuartal III-2021, Pulau Jawa dan Bali PPKM level 3 dan 4. Hanya (industri TPT) berorientasi ekspor yang bisa produksi, itu pun hanya 50% (dari total kapasitas terpasang), untuk orientasi domestik sama sekali tidak bisa berproduksi," kata Elis.